Investor Asing Borong SBN RI Triliunan Rupiah

Investor Asing Borong SBN RI Triliunan Rupiah

55tv.co.id – Kepercayaan pasar keuangan global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tren positif. Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dunia yang penuh dengan volatilitas, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) milik pemerintah Indonesia justru menjadi primadona bagi para investor mancanegara. Hal ini terlihat dari derasnya aliran modal masuk yang tercatat dalam laporan terbaru Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data yang dihimpun, investor nonresiden atau investor asing menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dengan melakukan aksi beli bersih (net buy) terhadap SBN. Pada periode kuartal III tahun 2026 saja, nilai pembelian bersih tersebut telah menembus angka fantastis, yakni sebesar Rp28,79 triliun. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa instrumen utang negara Indonesia masih dianggap aman dan menjanjikan oleh pelaku pasar global.

Investor Asing Borong SBN RI Triliunan Rupiah
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, memberikan pernyataan optimis terkait fenomena ini dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Selasa (3/11/2026). Ia menekankan bahwa pasar SBN domestik terbukti memiliki daya tahan atau resiliensi yang luar biasa. Meskipun pasar keuangan global sedang mengalami gejolak, pasar obligasi Indonesia mampu berdiri kokoh dan tetap menarik minat modal asing.

"Pasar SBN kita cukup resilien di tengah volatilitas pasar keuangan global pada triwulan III 2026. Kepercayaan investor global terhadap SBN domestik masih relatif tinggi, yang tercermin dari pembelian bersih investor nonresiden sebesar Rp28,79 triliun," ujar Suahasil dalam keterangannya kepada media.

Dampak dari masifnya aksi beli ini juga terlihat pada struktur kepemilikan aset negara. Porsi kepemilikan SBN yang dipegang oleh investor asing mengalami kenaikan sebesar 3,28 persen jika dibandingkan dengan posisi kepemilikan pada akhir tahun 2025. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai destinasi investasi yang stabil di kawasan regional maupun global.

Selain dari sisi volume pembelian, ketahanan pasar SBN juga dapat diukur melalui selisih imbal hasil (yield spread) antara SBN seri acuan (benchmark) tenor 10 tahun dengan surat utang pemerintah Amerika Serikat (US Treasury/UST) dengan tenor yang sama. Parameter ini sangat penting untuk melihat daya tarik relatif obligasi Indonesia dibandingkan dengan aset aman (safe haven) dunia.

Pada kuartal III 2026, selisih imbal hasil antara SBN tenor 10 tahun dengan US Treasury tercatat berada di level 183 basis poin (bps). Angka ini menunjukkan stabilitas yang terjaga karena hanya mengalami sedikit penurunan dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang berada di angka 184 bps. Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun ada dinamika pasar, premi risiko yang ditawarkan Indonesia tetap kompetitif dan menarik bagi para pemegang modal besar.

Fenomena ini diharapkan dapat terus memperkuat struktur pembiayaan negara dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui aliran modal masuk yang konsisten. Pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga manajemen fiskal yang sehat guna mempertahankan kepercayaan investor internasional tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar