Whoosh Melaju Kencang Lampaui Shinkansen

Whoosh Melaju Kencang Lampaui Shinkansen

55tv.co.id – Dunia transportasi massal kini tengah mengalami transformasi besar-besaran, dan Indonesia baru saja mencatatkan sejarah baru dalam peta teknologi transportasi global. Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang lebih dikenal dengan nama Whoosh, secara mengejutkan berhasil menembus jajaran elit kereta dengan kecepatan operasional tertinggi di dunia. Pencapaian ini menjadi sorotan internasional karena Whoosh mampu mengungguli ikon transportasi Jepang, Shinkansen, dalam hal kecepatan operasional murni.

COLLABMEDIANET

Dengan kecepatan yang mampu menyentuh angka 350 kilometer per jam (km/jam), Whoosh bukan sekadar alat transportasi biasa. Kehadirannya menempatkan Indonesia dalam klub eksklusif negara-negara pemilik teknologi kereta cepat mutakhir. Kecepatan ini bahkan melampaui standar operasional banyak kereta cepat ternama yang selama ini beroperasi di daratan Eropa. Jika dibandingkan dengan jajaran kereta tercepat di dunia, Whoosh kini berdiri sejajar dengan CR400 Fuxing milik China yang juga dikenal karena performa kecepatannya yang luar biasa.

Whoosh Melaju Kencang Lampaui Shinkansen
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menariknya, nama "Whoosh" sendiri bukan sekadar merek, melainkan representasi dari suara desingan udara yang dihasilkan saat kereta membelah angin dengan kecepatan tinggi. Fenomena suara ini merupakan dampak dari tekanan udara ekstrem yang tercipta akibat pergerakan masif kereta di atas rel. Meskipun banyak kereta cepat lain di dunia yang mampu menghasilkan suara serupa, namun secara angka kecepatan, Whoosh tetap berada di level yang berbeda dibandingkan mayoritas kereta konvensional yang rata-rata hanya beroperasi di angka 320 km/jam.

Untuk memahami seberapa hebat posisi Whoosh, kita perlu melihat daftar kereta tercepat di dunia saat ini. Di posisi puncak, terdapat Shanghai Maglev (Transrapid) yang beroperasi di China. Kereta ini menggunakan teknologi magnetic levitation atau maglev, di mana badan kereta mengapung di atas rel menggunakan kekuatan magnet. Teknologi ini menghilangkan gesekan antara roda dan rel, sehingga memungkinkan Shanghai Maglev mencapai kecepatan fantastis hingga 460 km/jam.

Namun, meskipun Shanghai Maglev lebih cepat secara teknis, keberhasilan Whoosh mencapai 350 km/jam menggunakan teknologi rel konvensional tetap menjadi prestasi yang sangat signifikan bagi Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa infrastruktur dan teknologi yang diterapkan di jalur Jakarta-Bandung telah memenuhi standar global yang sangat ketat.

Pencapaian ini juga menjadi bukti nyata bahwa perkembangan teknologi transportasi tidak lagi didominasi oleh negara-negara maju di Eropa atau Asia Timur saja. Indonesia, melalui proyek Whoosh, telah membuktikan diri mampu mengadopsi dan mengoperasikan teknologi transportasi masa depan yang efisien, cepat, dan mampu memangkas waktu tempuh antar kota secara drastis. Kehadiran Whoosh diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor Jakarta hingga Bandung.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar