55 NEWS – JAKARTA – Di tengah gejolak harga energi dan seruan untuk keberlanjutan, sebuah langkah inovatif datang dari pucuk pimpinan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Komisaris Utama PGN, Tony Setia Boedi Hoesodo, secara pribadi telah beralih menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk kendaraannya. Ia memasang converter kit canggih yang memungkinkan sistem bahan bakar ganda (dual fuel), memberikan fleksibilitas untuk memilih antara Bahan Bakar Minyak (BBM) dan BBG sesuai kebutuhan.

Related Post
Teknologi revolusioner ini bukan sekadar inovasi biasa; ia menawarkan kemudahan luar biasa bagi pengemudi. Hanya dengan sentuhan tombol di dekat kemudi, pengguna dapat beralih mulus dari BBM ke BBG atau sebaliknya. Keputusan Tony ini bukan tanpa alasan kuat. Ini adalah manifestasi nyata dari komitmennya untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memelopori penggunaan sumber energi yang jauh lebih bersih dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya kepada 55tv.co.id di Jakarta, Minggu (5/4/2026), Tony menegaskan, "Kami ingin memberikan contoh konkret bahwa pemakaian BBG bukan hanya alternatif, melainkan pilihan yang sangat cerdas dan strategis untuk memenuhi kebutuhan transportasi sehari-hari." Pernyataan ini sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat untuk mempertimbangkan opsi energi yang lebih efisien.
Lebih lanjut, Tony membeberkan keuntungan finansial yang signifikan. "Penggunaan BBG secara drastis mengurangi beban pengeluaran untuk bahan bakar," jelasnya. "Dengan harga yang sangat kompetitif dan stabil, hanya Rp4.500 per liter, kendaraan tidak hanya mampu menempuh jarak yang lebih jauh, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan yang lebih baik. Ini adalah solusi win-win bagi dompet dan planet kita."
Langkah yang diambil oleh Komisaris Utama PGN ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi adopsi BBG yang lebih luas di Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah untuk diversifikasi energi dan pencapaian target emisi karbon.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar