Janji 3 Juta Rumah Tinggal Mimpi? Pemerintah Akui Anggaran Jadi Batu Sandungan!

Janji 3 Juta Rumah Tinggal Mimpi? Pemerintah Akui Anggaran Jadi Batu Sandungan!

55 NEWS – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menyampaikan permohonan maaf atas belum terealisasinya program ambisius 3 juta rumah hingga tahun 2025. Pengakuan ini menjadi sinyal tanya besar terhadap komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.

COLLABMEDIANET

Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa beberapa Key Performance Indicator (KPI) utama Kementerian PKP, yang menjadi fondasi program 3 juta rumah, masih jauh dari harapan. KPI tersebut meliputi renovasi rumah rakyat, penataan kawasan, penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), serta pembangunan 1 juta unit hunian di perkotaan. Ironisnya, semua target ini terhambat masalah klasik: anggaran.

 Janji 3 Juta Rumah Tinggal Mimpi? Pemerintah Akui Anggaran Jadi Batu Sandungan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Terus terang saja, KPI kita saja, tadi saya minta maaf dalam rapat. Karena untuk renovasi kan masih nol, penataan kawasan masih nol, PSU masih nol. Kita nampak sibuk ngurus CSR, yang itu bukan KPI kita," ujar Fahri Hamzah usai Rapat Koordinasi Evaluasi Progres dan Capaian Isu Strategis Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Tahun 2025 di Kantor Kemenko IPK, Rabu (13/8/2025). Pernyataan ini mengindikasikan adanya misalokasi fokus dan sumber daya di dalam kementerian.

Lebih lanjut, Fahri Hamzah menjelaskan bahwa keterlambatan penerbitan aturan terkait target capaian renovasi rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menjadi faktor penghambat. Aturan yang baru terbit dua pekan lalu ini berdampak pada belum cairnya anggaran yang dibutuhkan. Proses pembuatan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak-Juknis) serta sosialisasi dan pendataan calon penerima manfaat program BSPS juga membutuhkan waktu. Padahal, program BSPS merupakan tulang punggung dari program 3 juta rumah, dengan target 2 juta unit berupa bantuan BSPS hingga tahun 2026.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: mampukah pemerintah mengejar ketertinggalan dan merealisasikan janji 3 juta rumah? Masyarakat tentu berharap ada solusi konkret dan langkah-langkah strategis untuk mengatasi kendala anggaran dan birokrasi yang menghambat program ini. Jika tidak, mimpi memiliki hunian layak akan semakin jauh dari jangkauan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar