Kabar Gembira Cicilan KPR Bisa Sampai 40 Tahun

Kabar Gembira Cicilan KPR Bisa Sampai 40 Tahun

55tv.co.id – Kabar baik bagi masyarakat Indonesia yang tengah berjuang mewujudkan impian memiliki hunian pribadi. Akses untuk memiliki rumah kini terasa semakin ringan berkat adanya inovasi baru dalam skema pembiayaan perumahan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN secara resmi memperkenalkan terobosan baru yang memungkinkan nasabah mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan masa tenor yang sangat panjang, yakni hingga 40 tahun.

COLLABMEDIANET

Langkah revolusioner ini pertama kali diimplementasikan secara nasional melalui proses akad massal yang digelar di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kehadiran opsi tenor panjang ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam alokasi dana bulanan, agar tetap bisa memiliki rumah tanpa harus terbebani cicilan yang mencekik.

Kabar Gembira Cicilan KPR Bisa Sampai 40 Tahun
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menjelaskan bahwa strategi ini merupakan bagian dari transformasi besar perusahaan untuk memperkuat ekosistem perumahan dari hulu hingga ke hilir. Menurutnya, penguatan pembiayaan tidak hanya menyasar pada sisi permintaan (demand) dari masyarakat, tetapi juga pada sisi penyediaan (supply) yang melibatkan berbagai pihak.

"Ekosistem ini sangat luas. Tidak hanya soal orang yang membeli rumah, tetapi juga mencakup pengembang, kontraktor, pemasok bahan bangunan, hingga para pelaku UMKM yang mendukung industri properti," ungkap Hermita dalam keterangan resminya.

Data menunjukkan bahwa upaya BTN dalam memperluas akses hunian terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2026 hingga akhir September 2026, BTN tercatat telah menyalurkan sebanyak 75.487 unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) dengan total nilai mencapai Rp12,57 triliun. Selain itu, melalui Kredit Program Perumahan (KPP), bank penyalur hunian ini juga telah mengucurkan dana sebesar Rp5,07 triliun yang terbagi ke dalam sektor supply dan demand.

Salah satu testimoni nyata datang dari Fernando Anugrah Cahyono, seorang karyawan di Palu dengan penghasilan Rp4,4 juta per bulan. Dengan plafon kredit sebesar Rp167,27 juta, Fernando memilih tenor 35 tahun untuk KPR subsidinya. Pilihan jangka waktu yang panjang ini memberikan fleksibilitas finansial yang sangat dibutuhkan oleh pekerja dengan pendapatan menengah ke bawah agar tetap bisa menabung dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya.

Tak hanya fokus pada pembeli rumah, BTN juga memberikan perhatian besar pada sektor UMKM yang menjadi tulang punggung pembangunan properti. Di Palu sendiri, BTN telah menyalurkan KPP sebesar Rp123 miliar kepada 63 UMKM di sektor konstruksi dan properti sejak Oktober 2025. BTN berkomitmen untuk terus membina UMKM agar mampu naik kelas, tidak hanya bersaing di pasar lokal, tetapi juga merambah pasar nasional hingga internasional melalui kolaborasi dengan berbagai platform marketplace.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar