55tv.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren negatif pada pembukaan perdagangan pekan ini. Memasuki sesi pertama pada Senin (28/9/2026), bursa saham Indonesia mengalami tekanan jual yang cukup signifikan, yang mengakibatkan indeks merosot ke zona merah. Berdasarkan data pergerakan pasar, IHSG tercatat terkoreksi sebesar 0,97 persen dan kini bertengger di level 6.181.

Related Post
Kondisi pelemahan ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak bel pembukaan perdagangan berbunyi. Pada awal sesi, indeks sudah menunjukkan tanda-tanda tekanan dengan turun sebesar 0,51 persen ke level 6.209. Penurunan yang berlanjut hingga sesi pertama ini memberikan sinyal waspada bagi para investor yang tengah memantau stabilitas pasar modal domestik.

Aktivitas perdagangan di lantai bursa menunjukkan volume yang cukup dinamis meskipun arah pergerakan indeks cenderung melemah. Tercatat, volume transaksi saham yang berpindah tangan mencapai angka 580 miliar saham. Adapun nilai transaksi yang mengalir di pasar selama sesi pertama ini menyentuh angka Rp154 miliar, dengan frekuensi perdagangan yang mencapai sekitar 39,77 ribu kali transaksi. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar yang tercatat berada di angka Rp10,8 triliun.
Jika menilik komposisi pergerakan saham, mayoritas emiten justru mengalami penurunan harga. Dari total saham yang diperdagangkan, terdapat 231 saham yang bergerak melemah, sementara hanya 156 saham yang mampu bertahan dan mencatatkan penguatan. Sisanya, sebanyak 576 saham, terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga yang berarti.
Meski pasar secara umum sedang lesu, terdapat beberapa emiten yang justru tampil menonjol dengan lonjakan harga yang fantastis. Visi Media Asia (VIVA) menjadi primadona di jajaran top gainers dengan melesat tajam hingga 33,33 persen. Tak ketinggalan, Berlian Laju Tanker (BLTA) juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan sebesar 31,25 persen. Selain itu, Bhineka Inovasi Ketahanan Energi (BIKE) turut menyumbang penguatan yang cukup signifikan sebesar 23,55 persen.
Namun, di balik deretan saham yang menguat, terdapat pula sejumlah emiten yang mengalami tekanan jual hebat. Fortune Indonesia (FORU) menjadi salah satu yang paling terpukul dengan penurunan harga mencapai 15,00 persen. Posisi serupa juga ditempati oleh Triniti Dinamik (TRUE) yang anjlok 15,00 persen, serta Hotel Sahid Jaya International (SHID) yang terkoreksi sebesar 14,92 persen.
Para pelaku pasar kini tengah menanti apakah tekanan jual ini akan berlanjut hingga penutupan sesi kedua atau justru akan terjadi aksi beli yang mampu membalikkan keadaan. Volatilitas yang tinggi di awal pekan ini menuntut kehati-hatian ekstra bagi para investor dalam mengambil keputusan investasi.










Tinggalkan komentar