55 NEWS – Data mengejutkan datang dari Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2025 tercatat meroket hingga 7,28 juta orang. Lonjakan ini terjadi di tengah peningkatan jumlah penduduk usia kerja dan angkatan kerja. Kenaikan ini menjadi sorotan tajam, mengingat Indonesia kini menempati posisi teratas sebagai negara dengan angka pengangguran tertinggi di kawasan ASEAN.

Related Post
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pengangguran sebesar 0,08 juta orang (sekitar 38 ribu) atau 1,11% dibandingkan Februari 2024 ini patut menjadi perhatian serius. "Dari angkatan kerja yang ada, tidak semuanya terserap di pasar kerja," tegas Amalia dalam keterangan resminya.

Data BPS lebih lanjut menunjukkan gambaran yang cukup kompleks. Penduduk usia kerja Indonesia mencapai angka fantastis, 216,79 juta orang. Dari jumlah tersebut, 153,05 juta orang masuk dalam kategori angkatan kerja. Namun, hanya 145,77 juta orang yang berhasil terserap di pasar kerja, meninggalkan 7,28 juta orang menganggur.
Rinciannya lebih mengejutkan lagi. Dari 145,77 juta orang yang bekerja, 96,48 juta orang bekerja penuh waktu, 37,62 juta orang bekerja paruh waktu, dan 11,67 juta orang masuk dalam kategori setengah pengangguran. Angka setengah pengangguran ini menunjukkan potensi besar yang belum tergali sepenuhnya dari pasar tenaga kerja Indonesia.
Amalia menekankan bahwa pasar tenaga kerja didefinisikan sebagai keseluruhan angkatan kerja yang aktif mencari dan siap bekerja. Artinya, angka pengangguran yang tinggi ini merupakan indikator penting dari permasalahan struktural yang perlu segera ditangani oleh pemerintah. Pertanyaan besarnya kini, apa langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi lonjakan angka pengangguran ini dan mencegah Indonesia terus menjadi "juara" pengangguran di ASEAN? 55tv.co.id akan terus memantau perkembangannya.
Editor: Akbar Soaks









Tinggalkan komentar