55 NEWS – Kabar gembira bagi para pekerja di Indonesia! Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mempertimbangkan untuk kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 pada kuartal III dan kuartal IV tahun 2025. Rencana ini muncul setelah evaluasi menunjukkan efektivitas penyaluran BSU pada kuartal II tahun ini.

Related Post
Menurut Analis Kebijakan Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Riznaldi Akbar, pemberian BSU ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi, termasuk inflasi dan potensi perlambatan pertumbuhan. "BSU kelihatannya lanjut karena kita efektif pelaksanaannya. Itu akan lanjut di triwulan III dan triwulan IV," ujarnya di sela-sela acara International Battery Summit, Jakarta, Rabu (6/8/2025).

BSU sendiri merupakan program bantuan tunai yang diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar Rp300 ribu per bulan selama dua bulan, sehingga total bantuan yang diterima adalah Rp600 ribu. Riznaldi menambahkan bahwa saat ini Kemenkeu sedang fokus merancang stimulus fiskal untuk mendorong konsumsi domestik, terutama menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"BSU yang triwulan II sudah pencairan, yang triwulan III kami sedang mendesain," jelasnya. Pemerintah berharap stimulus fiskal ini dapat menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5 persen. "Kami ingin menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di 5 persen. Salah satu alatnya adalah melalui stimulus fiskal, insentif fiskal," pungkas Riznaldi. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan mekanisme penyaluran BSU kuartal III dan IV tahun 2025 akan segera diumumkan oleh Kemenkeu melalui 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar