55 NEWS – Proyek ambisius Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dipandang sebagai kunci strategis untuk membebaskan Indonesia dari ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Pengembangan kilang ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi nasional secara signifikan.

Related Post
Fahmy Radhi, seorang pengamat energi, menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak terhadap RDMP Balikpapan. Menurutnya, proyek ini adalah fondasi penting dalam meningkatkan kapasitas produksi BBM dalam negeri. "RDMP Balikpapan harus didukung penuh. Selain itu, pengembangan kilang-kilang baru juga krusial untuk mewujudkan kemandirian energi yang sesungguhnya," ujarnya saat dihubungi 55tv.co.id, Minggu (30/11/2025).

Dosen Ekonomi Universitas Gadjah Mada ini menambahkan, modernisasi kilang seperti yang dilakukan dalam RDMP Balikpapan, memiliki peran vital dalam menekan angka impor BBM. Impor BBM selama ini menjadi beban berat bagi neraca perdagangan dan membatasi ruang fiskal pemerintah.
"Pertamina harus terus membangun kilang baru. Selain itu, pengembangan energi terbarukan juga penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM. RDMP Balikpapan adalah langkah awal yang sangat membantu," tegasnya.
Lebih lanjut, Fahmy melihat RDMP sebagai instrumen penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. "RDMP dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia jika didukung dengan teknologi canggih dan pengembangan energi terbarukan. Untuk mencapai swasembada energi, kita harus memiliki kilang yang mampu memenuhi kebutuhan nasional," jelasnya. Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan BBM dari luar negeri dan memperkuat posisi ekonominya.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar