55 NEWS – Inovasi ramah lingkungan membuka jalan bagi pemanfaatan limbah kayu menjadi produk bernilai tinggi. Faber Instrument, sebuah UMKM asal Jawa Barat, berhasil membuktikan hal ini dengan mengubah limbah kayu jati menjadi produk kerajinan yang diminati pasar domestik hingga internasional berkat dukungan dan pemberdayaan dari BRI.

Related Post
Helmi, pendiri Faber Instrument, mengungkapkan bahwa ide bisnisnya muncul dari keprihatinan atas banyaknya limbah kayu jati yang terbuang di sekitarnya. Ia kemudian berinovasi mengolah limbah tersebut menjadi produk audio yang unik, bernilai seni tinggi, serta memiliki karakter suara hangat khas kayu alami.

"Selain kualitas suara, kami ingin menciptakan produk yang membawa pesan keberlanjutan dan kearifan lokal Indonesia," ujar Helmi. Basis produksi dan workshop Faber berlokasi di Cianjur, Jawa Barat, dengan galeri dan kegiatan pemasaran di Gedung STP-IPB Bogor. Pengembangan bisnis Faber juga terhubung dengan mitra di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta.
Model bisnis Faber Instrument juga memberdayakan masyarakat lokal. Dalam proses produksi, Faber menggandeng pengrajin kayu dan ibu-ibu rumah tangga di sekitar Cianjur untuk pengerjaan bodi kayu, finishing, hingga pengemasan. "Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Tim inti kami berjumlah 12 orang, sementara tenaga pengrajin dan mitra lokal mencapai lebih dari 30 orang," jelas Helmi.
Keunikan produk menjadi daya tarik utama Faber Instrument. Setiap speaker diproduksi secara handcrafted menggunakan kayu jati pilihan, menghasilkan karakter suara natural yang khas. Kualitas produk yang terjaga mengantarkan Faber dipercaya sebagai souvenir resmi G20 dan Mandalika Official Merchandise.
Saat ini, produk Faber Instrument telah dipasarkan di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Di pasar global, Faber Instrument berhasil menembus pasar Korea Selatan dan tengah menjajaki permintaan dari calon pembeli di Asia dan Eropa.
Seiring meningkatnya permintaan, kapasitas produksi Faber terus ditingkatkan. Saat ini, perusahaan mampu memproduksi 100-200 unit per bulan, dengan total penjualan mencapai 945 unit dan omzet sekitar Rp1,5 miliar sepanjang tahun 2024. Kesuksesan Faber Instrument menjadi bukti bahwa inovasi, keberlanjutan, dan dukungan yang tepat dapat membawa UMKM meraih kesuksesan di pasar global.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar