55tv.co.id – Maluku Utara kini menjadi sorotan utama, menjelma sebagai bintang baru di kancah perekonomian nasional. Wilayah kepulauan ini sukses menorehkan capaian fantastis, membukukan pertumbuhan ekonomi yang melesat jauh di atas rata-rata. Namun, di balik gemerlap angka-angka tersebut, muncul tantangan krusial: memastikan setiap warganya memiliki akses terhadap hunian yang layak dan aman, seiring dengan pesatnya pembangunan.

Related Post
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik BPS mengungkap fakta mengejutkan. Pada triwulan pertama tahun 2026, ekonomi Maluku Utara meroket hingga 19,64 persen. Lonjakan impresif ini tak lepas dari strategi hilirisasi industri yang gencar, serta gelombang investasi yang deras mengalir ke wilayah tersebut. Sektor industri pengolahan menjadi motor penggerak utama, mencatat pertumbuhan dahsyat sebesar 37,09 persen. Tak hanya itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto PMTB juga menunjukkan peningkatan signifikan 17,57 persen, menandakan kepercayaan investor yang tinggi.

Capaian ini bukan kebetulan semata, melainkan kelanjutan dari dominasi Maluku Utara pada tahun sebelumnya. Di sepanjang tahun 2025, provinsi ini bahkan berhasil mencetak rekor pertumbuhan ekonomi tertinggi di seluruh Indonesia, mencapai angka 34,17 persen. Kala itu, Produk Domestik Regional Bruto PDRB atas dasar harga berlaku menyentuh Rp133,6 triliun, dengan PDRB per kapita yang mengesankan, sekitar Rp97 juta. Angka-angka ini menegaskan posisi Maluku Utara sebagai kekuatan ekonomi baru yang patut diperhitungkan.
Potensi Maluku Utara memang luar biasa beragam. Selain hilirisasi nikel yang menjadi primadona, kekayaan alamnya juga meliputi pertambangan emas dan tembaga. Sektor perikanan yang melimpah, perkebunan rempah yang legendaris, serta pesona pariwisata bahari yang memukau, semuanya berkontribusi pada geliat ekonomi. Tak ketinggalan, pengembangan energi terbarukan juga menjadi fokus penting untuk masa depan yang berkelanjutan.
Menyikapi fenomena ini, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk BTN Nixon LP Napitupulu menekankan pentingnya keseimbangan. Menurutnya, ledakan aktivitas ekonomi Maluku Utara harus diimbangi dengan penguatan sektor-sektor pendukung. Ini termasuk peningkatan akses layanan keuangan bagi masyarakat, serta percepatan pembangunan sosial. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang masif dapat benar-benar dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, memastikan bahwa kemajuan tidak hanya terhenti pada angka, melainkan juga berwujud pada peningkatan kualitas hidup, termasuk ketersediaan hunian yang layak bagi setiap keluarga.










Tinggalkan komentar