Masa Depan Uang Digital Terkuak di Jakarta

Masa Depan Uang Digital Terkuak di Jakarta

55tv.co.id – Perhelatan akbar Indonesia Digital Bank Summit IDBS 2026 resmi dibuka di Raffles Jakarta pada Selasa 7 Juli 2026 menandai babak baru kolaborasi strategis di sektor keuangan digital. Acara yang digagas Asosiasi Fintech Indonesia AFTECH ini menjadi wadah penting bagi regulator perbankan fintech pelaku usaha sektor riil akademisi hingga mitra internasional untuk bersinergi. Lebih dari 350 profesional senior berkumpul untuk merumuskan ekosistem finansial digital yang inklusif tangguh dan berdaya guna.

COLLABMEDIANET

Sebagai gelaran ketiga IDBS 2026 mengusung tema futuristik Beyond Banking Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan agenda kolaborasi rekomendasi kebijakan konkret serta kemitraan strategis yang mampu mengakselerasi transformasi layanan jasa keuangan di Tanah Air.

Masa Depan Uang Digital Terkuak di Jakarta
Gambar Istimewa : a.okezone.com

Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir menyoroti bahwa Indonesia kini berada di masa konvergensi finansial di mana perbankan fintech sistem pembayaran dan aset digital semakin terintegrasi. Menurutnya fintech bukan lagi sekadar pilihan alternatif melainkan telah menjelma menjadi sekutu strategis bagi perbankan dalam membangun arsitektur keuangan masa depan.

Melalui IDBS 2026 AFTECH mendorong sejumlah agenda prioritas. Ini mencakup memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan mendorong akselerasi penerapan universal banking serta Open Finance membangun infrastruktur publik digital DPI dan infrastruktur finansial digital DFI memperluas jangkauan pembiayaan bagi sektor riil dan UMKM serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat segera diimplementasikan.

Senada dengan itu Ketua Dewan Pengawas AFTECH Arsjad Rasjid menegaskan bahwa fintech dan perbankan memiliki peran komplementer. Keduanya saling melengkapi lewat inovasi teknologi dan perluasan akses layanan keuangan yang belum terjangkau sebelumnya.

Optimisme industri juga terpancar dari data awal Survei Anggota Tahunan AMS 2025-2026 yang melibatkan 141 anggota AFTECH. Hasilnya menggembirakan hampir separuh atau 43 persen responden telah mencatatkan keuntungan mayoritas 84 persen telah mengadopsi kecerdasan buatan AI dan sebanyak 86 persen menganggap regulasi yang ada kini sangat mendukung inovasi.

Di sisi lain Ketua Dewan Etik AFTECH Harun Reksodiputro menekankan pentingnya memperkuat tata kelola industri. Ini termasuk manajemen risiko keamanan siber perlindungan konsumen tata kelola data dan kesiapan menghadapi potensi risiko baru dari pemanfaatan AI yang semakin masif.

Sebagai tindak lanjut seluruh poin diskusi dari empat pilar utama IDBS 2026 yaitu Beyond Banking Financial Wellbeing Inclusive Growth dan Digital Infrastructure akan dirangkum menjadi policy brief serta rekomendasi kebijakan. Dokumen ini akan diserahkan kepada regulator dan pelaku industri sebagai panduan untuk masa depan keuangan digital Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar