55tv.co.id – Meskipun angka rasio elektrifikasi nasional diklaim telah mencapai angka yang sangat tinggi, yakni 99 persen, kenyataan di lapangan menunjukkan tantangan yang masih sangat besar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara terbuka mengakui bahwa masih ada sekitar 10 ribu desa di pelosok Indonesia yang hingga kini belum bisa menikmati akses listrik secara merata.

Related Post
Kesenjangan ini menjadi sorotan tajam di tengah upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur energi di seluruh penjuru negeri. Bahlil menjelaskan bahwa kondisi geografis Indonesia yang sangat kompleks menjadi faktor utama yang menghambat distribusi energi. Dengan jumlah pulau yang mencapai lebih dari 17 ribu, menjangkau wilayah-wilayah terpencil bukanlah perkara mudah bagi pemerintah maupun penyedia layanan listrik.

Dalam sebuah kesempatan di ajang Electricity Connect 2026 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, pada Selasa (22/9/2026), Bahlil memaparkan bahwa luasnya wilayah Indonesia menciptakan tantangan logistik dan teknis yang luar biasa. "Indonesia mempunyai wilayah yang sangat besar, ada 17 ribu pulau lebih. Dari jumlah itu, kita masih mempunyai kurang lebih sekitar 10 ribu desa yang belum dijangkau listrik," ungkapnya di hadapan para pemangku kepentingan sektor energi.
Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa angka statistik rasio elektrifikasi yang mencapai 99 persen tidak boleh membuat pemerintah terlena. Menurutnya, angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan akses listrik yang sesungguhnya di seluruh wilayah tanah air. Hal ini disebabkan oleh jumlah desa di Indonesia yang sangat masif, yakni mencapai hampir 80.000 desa. Dengan jumlah desa sebanyak itu, tantangan untuk memastikan setiap rumah tangga mendapatkan aliran listrik yang stabil menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar.
Pemerataan akses listrik ini bukan sekadar soal penerangan, melainkan menjadi pilar penting dalam agenda besar pemerintah. Bahlil menegaskan bahwa ketersediaan energi listrik yang merata adalah kunci utama untuk mewujudkan swasembada energi di Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas kepada jajaran menteri untuk menjadikan swasembada energi sebagai prioritas nasional, bersanding dengan agenda swasembada pangan. Listrik dipandang sebagai komponen vital yang akan menggerakkan roda ekonomi di desa-desa, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mendukung industrialisasi di berbagai daerah.
Pemerintah kini tengah berupaya keras untuk mengatasi hambatan geografis tersebut guna memastikan tidak ada lagi warga negara yang tertinggal dalam akses energi. Fokus utama saat ini adalah bagaimana teknologi energi terbarukan dapat diimplementasikan secara efektif di wilayah-wilayah terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional.








Tinggalkan komentar