55tv.co.id – Impian konektivitas di Pulau Borneo semakin dekat menjadi kenyataan. Pemerintah Indonesia kembali membuka pintu lebar bagi investasi asing, khususnya dari raksasa ekonomi seperti Tiongkok dan Rusia, untuk mewujudkan proyek ambisius Kereta Trans Kalimantan. Langkah strategis ini merupakan respons langsung terhadap instruksi Presiden Prabowo yang mendesak percepatan pembangunan infrastruktur perkeretaapian nasional melalui suntikan modal dari berbagai pihak.

Related Post
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin sinergi erat dengan PT Kereta Api Indonesia KAI. Saat ini KAI tengah merancang sebuah peta jalan komprehensif yang tidak hanya mencakup Kereta Trans Kalimantan tetapi juga Kereta Trans Sumatra. Peta jalan ini diharapkan menjadi daya tarik utama untuk menggaet minat para pemodal, baik dari dalam maupun luar negeri, guna menggarap mega proyek tersebut. Pernyataan ini disampaikan Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis 6 Agustus 2026.

Menurut Dudy pembangunan Kereta Trans Sumatra diuntungkan oleh keberadaan sebagian infrastruktur rel yang sudah ada. Pemerintah hanya perlu fokus pada penyambungan segmen-segmen yang masih terputus untuk melengkapi jaringan. Namun kondisi berbeda drastis terjadi di Kalimantan. Pulau ini sama sekali belum tersentuh jaringan kereta api sehingga seluruh konstruksi wajib dimulai dari fondasi awal. Tantangan ini sekaligus membuka peluang besar bagi inovasi dan teknologi terbaru dalam pembangunan rel kereta api modern.










Tinggalkan komentar