Mengejutkan! Chatib Basri Sebut Tugas Menteri Keuangan ‘Sangat Gampang’, Tapi Ada Jebakan Politik yang Bikin Pusing Tujuh Keliling! Ini Dia Strategi Jitu yang Wajib Dilakukan Pemerintah untuk Menyelamatkan Fiskal Negara!

Mengejutkan! Chatib Basri Sebut Tugas Menteri Keuangan 'Sangat Gampang', Tapi Ada Jebakan Politik yang Bikin Pusing Tujuh Keliling! Ini Dia Strategi Jitu yang Wajib Dilakukan Pemerintah untuk Menyelamatkan Fiskal Negara!

55 NEWS – Pernyataan mengejutkan datang dari ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri. Ia secara blak-blakan menyebut bahwa tugas seorang Menteri Keuangan, secara teknis, sebenarnya ‘sangat gampang’. Namun, di balik kesederhanaan pilihan kebijakan, tersembunyi kompleksitas implementasi yang kerap berbenturan dengan realitas politik dan ekonomi saat ini.

COLLABMEDIANET

Menurut Chatib, neraca keuangan negara, meskipun tampak rumit, hanya menyisakan tiga instrumen strategis fundamental. "Tugas dari Menteri Keuangan itu sebetulnya sangat gampang," ungkap Chatib dalam sebuah diskusi di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026), seperti dikutip 55tv.co.id. "Dia hanya punya opsi tiga hal: naikkan (pendapatan), potong (pengeluaran), atau pinjam (utang). Sesederhana itu, ini balance sheet enggak bisa diapa-apain."

Mengejutkan! Chatib Basri Sebut Tugas Menteri Keuangan 'Sangat Gampang', Tapi Ada Jebakan Politik yang Bikin Pusing Tujuh Keliling! Ini Dia Strategi Jitu yang Wajib Dilakukan Pemerintah untuk Menyelamatkan Fiskal Negara!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, implementasi dari ketiga pilihan tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan, terutama dalam konstelasi ekonomi global dan domestik saat ini. Menaikkan pendapatan negara melalui instrumen pajak, misalnya, dinilai kurang tepat karena berisiko menekan daya beli masyarakat yang sedang berjuang. Sementara itu, opsi menambah utang juga bukan langkah bijak mengingat suku bunga global yang masih tinggi, yang secara otomatis akan membuat biaya dana (cost of fund) menjadi sangat mahal.

Untuk mengatasi kebuntuan fiskal ini, pemerintah disarankan untuk melakukan rasionalisasi anggaran secara progresif dan selektif. Salah satu langkah krusial yang diusulkan adalah pemangkasan subsidi yang dinilai tidak tepat sasaran. Langkah ini dianggap sebagai jalan paling realistis untuk menyehatkan postur fiskal negara tanpa harus membebani struktur utang jangka panjang yang berpotensi menjadi bom waktu.

"Masa di dalam situasi ini pajak mesti dinaikkan atau menambah utang? Siapa yang kalau mau pinjam uang sekarang cost of fund-nya akan jadi sangat mahal," tambah Chatib, menyoroti dilema kebijakan fiskal saat ini.

Di balik perhitungan angka-angka dan pilihan kebijakan yang secara teknis sederhana, tersembunyi tantangan terbesar: realitas politik. Sering kali, sebuah kebijakan yang secara fundamental benar dari kacamata ekonomi justru sulit dieksekusi. Kekhawatiran akan hilangnya dukungan publik atau popularitas politik bagi para pengambil keputusan menjadi ‘jebakan’ yang menghambat implementasi reformasi fiskal yang esensial.

Chatib menegaskan, "Oleh karena itu, opsi yang paling mungkin itu adalah opsi tiga: cut the spending selectively. Jadi solusinya adalah bahwa fiskalnya itu kemudian harus di-rationalize untuk address isu itu. Jadi mungkin bisa dilakukan combined revenue, misalnya dengan cut subsidized," pungkasnya, memberikan penekanan pada urgensi reformasi subsidi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar