55tv.co.id – Upaya pemerataan energi listrik di wilayah timur Indonesia terus menunjukkan progres yang signifikan. PT PLN (Persero) kini tengah memacu langkah besar untuk memastikan cahaya terang dapat menyentuh hingga ke pelosok Tanah Papua. Melalui target ambisius, perusahaan pelat merah ini berkomitmen untuk melistriki sebanyak 199 desa di wilayah tersebut hingga tahun 2027 mendatang.

Related Post
Langkah nyata telah ditunjukkan sepanjang tahun 2026. Tercatat, PLN telah berhasil memberikan akses listrik ke 128 desa yang tersebar di berbagai provinsi, mulai dari Papua, Papua Barat, Papua Selatan, hingga Papua Barat Daya. Program Listrik Desa (Lisdes) ini menjadi ujung tombak dalam upaya pemerintah dalam mengentaskan ketimpangan infrastruktur energi di wilayah terpencil.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengungkapkan bahwa misi ini bukanlah perkara mudah. Membangun infrastruktur kelistrikan di Papua memerlukan strategi khusus yang tidak bisa disamaratakan dengan wilayah lain di Indonesia. Hal ini dikarenakan karakteristik wilayah Papua yang memiliki tantangan alam yang sangat ekstrem.
"Perluasan akses listrik di Papua tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang seragam. PLN menyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dengan kondisi masing-masing wilayah, termasuk melalui pengembangan jaringan distribusi maupun pemanfaatan potensi energi setempat," jelas Suroso dalam keterangannya pada Jumat (6/11/2026).
Menurut Suroso, faktor geografis dan aksesibilitas menjadi variabel utama dalam perencanaan. Medan yang berat, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta jarak antar pemukiman yang sangat berjauhan menjadi tantangan teknis yang harus dihadapi oleh tim di lapangan. Oleh karena itu, PLN tidak hanya mengandalkan pembangunan jaringan konvensional, tetapi juga mulai melirik potensi energi lokal yang tersedia di tiap daerah untuk mendukung keberlanjutan pasokan listrik.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mengejar target tersebut, PLN telah melakukan investasi infrastruktur yang masif sepanjang tahun 2026. Perusahaan telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dengan panjang mencapai 742,58 kilometer sirkuit (kms). Selain itu, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) juga telah dibangun sepanjang 286,71 kms untuk memastikan listrik sampai ke rumah-rumah warga.
Tak hanya jaringan kabel, penguatan kapasitas distribusi juga menjadi fokus utama. PLN telah membangun sejumlah gardu distribusi dengan total kapasitas mencapai 7.450 kilovolt ampere (kVA). Penambahan kapasitas ini sangat krusial untuk menjamin stabilitas aliran listrik saat beban penggunaan di desa-desa meningkat.
Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan kembali bahwa kondisi alam Papua adalah tantangan terbesar. Keterbatasan akses transportasi menuju lokasi desa-desa terpencil seringkali membuat proses mobilisasi material pembangunan menjadi memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Namun, dengan komitmen yang kuat, PLN optimis target 199 desa tersebut dapat tercapai tepat waktu demi meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua.








Tinggalkan komentar