55 NEWS – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) pada April 2026. Langkah strategis ini merupakan bagian dari pencairan tahap kedua yang mencakup periode April, Mei, dan Juni 2026, dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai pilar utamanya.

Related Post
Total alokasi anggaran perlindungan sosial (perlinsos) untuk tahun 2026 mencapai angka fantastis Rp508,2 triliun. Jumlah ini merupakan indikasi kuat prioritas pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial, terutama bagi kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan dukungan finansial. Sebelumnya, pencairan tahap pertama untuk PKH dan BPNT telah sukses dilaksanakan, dan kini giliran tahap kedua siap mengalir ke jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Lantas, program bansos apa saja yang akan cair di bulan April 2026 selain PKH dan BPNT? Berikut adalah rincian program yang telah dikonfirmasi oleh 55tv.co.id, Kamis (2/4/2026):
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
Sebagai salah satu program unggulan pemerintah, PKH terus menjadi tumpuan bagi keluarga prasejahtera. Untuk tahun 2026, anggaran PKH ditetapkan sebesar Rp28,7 triliun, yang ditargetkan untuk menjangkau 10 juta KPM di seluruh Indonesia. Pencairan PKH di bulan April ini adalah bagian dari periode tahap kedua yang berlangsung hingga Juni. Besaran bantuan yang diterima KPM disesuaikan dengan kategori penerima, antara lain:
- Ibu hamil: Rp750.000 per tahap
- Anak usia dini: Rp750.000 per tahap
- Siswa SD: Rp225.000 per tahap
- Siswa SMP: Rp375.000 per tahap
- Siswa SMA: Rp500.000 per tahap
- Lansia (60 tahun ke atas): Rp600.000 per tahap
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap
2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Sejalan dengan PKH, program BPNT atau yang dikenal juga sebagai bantuan sembako, juga akan terus disalurkan sesuai jadwal tahapannya. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp43,8 triliun, BPNT menyasar 18,3 juta KPM. Setiap KPM penerima BPNT berhak atas bantuan senilai Rp200.000 per bulan. Pencairan dilakukan secara kumulatif untuk tiga bulan sekaligus, sehingga total yang diterima masyarakat mencapai Rp600.000. Dana ini disalurkan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat dibelanjakan untuk membeli kebutuhan pangan pokok di e-Warong atau agen bank mitra pemerintah yang telah ditunjuk.
Penyaluran bansos ini diharapkan dapat memberikan stimulus positif bagi perekonomian mikro dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari pemerintah melalui kanal-kanal terpercaya untuk memastikan kelancaran proses pencairan dan menghindari informasi yang tidak akurat.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar