PLN Siap Ubah Total PLTU Cegah Pemadaman

PLN Siap Ubah Total PLTU Cegah Pemadaman

55tv.co.id – PT PLN Persero mengambil langkah strategis dan berani demi menjaga stabilitas pasokan listrik nasional. Perusahaan listrik negara ini tengah gencar merombak seluruh instalasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mereka agar dapat beroperasi menggunakan jenis batu bara berkalori rendah. Inisiatif ini digulirkan untuk mencegah terulangnya kendala operasional yang sempat memicu gangguan listrik di berbagai wilayah beberapa waktu lalu.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa saat ini, produksi batu bara berkalori tinggi yang selama ini menjadi andalan pembangkit mulai menipis. Di sisi lain, ketersediaan batu bara berkalori rendah justru melimpah, namun belum sepenuhnya kompatibel dengan desain awal sejumlah pembangkit.

PLN Siap Ubah Total PLTU Cegah Pemadaman
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Oleh karena itu, kami melakukan penyesuaian signifikan pada mesin-mesin pembangkit kami. Yang semula dirancang untuk batu bara kalori menengah atas, kini kami modifikasi agar bisa memanfaatkan batu bara berkalori rendah," ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada Kamis 2 Juli 2026.

Darmawan menyoroti keberhasilan modifikasi pada PLTU Suralaya unit 6 dan 7. Kedua unit ini sebelumnya mengonsumsi batu bara dengan kandungan energi tinggi, sekitar 4.600 hingga 4.800 kcal/kg. Kini, setelah penyesuaian, mereka mampu beroperasi efisien dengan batu bara berkalori lebih rendah, jenis yang produksinya kini lebih melimpah.

"Kesuksesan rekayasa ulang di Suralaya 6 dan 7 ini langsung menjadi dasar bagi kami untuk melakukan studi kelayakan di seluruh pembangkit milik PT PLN Persero," tambahnya.

Proyek retrofit atau perombakan PLTU ini telah masuk dalam agenda strategis perusahaan untuk lima tahun ke depan. Harapannya, seluruh PLTU di masa mendatang tidak hanya mampu memanfaatkan batu bara berkalori rendah secara optimal, tetapi juga dapat berkontribusi pada pengurangan emisi gas buang yang lebih signifikan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar