55 NEWS – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, akhirnya angkat bicara menanggapi polemik yang mencuat di ruang publik terkait viralnya seorang alumni LPDP yang menyatakan kebanggaan anaknya menjadi warga negara Inggris. Dalam sebuah acara media briefing di Jakarta, Rabu (24/2/2026), Sudarto menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul dan menyesalkan polemik yang muncul di ruang publik.

Related Post
"Kami atas nama LPDP dan seluruh alumni yang mewakili, mengucapkan permohonan maaf atas polemik yang seharusnya tidak perlu terjadi. Kami sangat menyesalkan karena hal yang tidak baik sehingga memicu diskusi yang seharusnya bisa kita hindari," jelasnya, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan citra program beasiswa yang didanai negara.

Namun, Sudarto juga menekankan keyakinannya terhadap dedikasi mayoritas alumni LPDP. Ia menyebutkan bahwa para alumni tersebar di berbagai sektor strategis dan telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. "Saya meyakini bahwa sebagian besar Alumni LPDP saat ini bekerja dengan giat, mengabdi pada negeri dengan dedikasi penuh di seluruh pelosok Tanah Air, mencakup beragam jenis pekerjaan. Ada yang berprofesi sebagai guru di daerah terpencil, dosen di perguruan tinggi, pengusaha, Pegawai Negeri Sipil, dan banyak pula yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional," urainya, menyoroti luasnya dampak positif dari program beasiswa ini.
Dalam kesempatan tersebut, Sudarto juga melontarkan peringatan keras kepada seluruh penerima beasiswa LPDP. Ia mengingatkan agar para alumni senantiasa menjaga etika, moral, dan nilai-nilai kebangsaan, mengingat beasiswa yang mereka terima bukanlah hadiah, melainkan amanah dari masyarakat. "Sekali lagi, Anda semuanya bisa berpendidikan tinggi S2, S3, post doctoral ataupun fellowship, ataupun kegiatan lainnya melalui beasiswa LPDP itu dari uang rakyat," tegas Sudarto. "Saya mau ingatkan teman-teman, lu pakai duit pajak, harus ingat itu!" tambahnya, menekankan tanggung jawab moral yang melekat pada setiap penerima beasiswa. Pesan ini menggarisbawahi bahwa investasi negara melalui LPDP harus berbuah pengabdian dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, bukan sekadar pencapaian pribadi.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar