55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengungkapkan praktik korupsi yang masih menghantui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini disampaikan dalam pidato kenegaraan di DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025), sebagai bagian dari Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Related Post
Prabowo menegaskan bahwa korupsi telah merajalela di berbagai lini birokrasi, institusi pemerintahan, termasuk BUMN dan BUMD. "Kita paham, korupsi adalah masalah besar di bangsa kita. Perilaku korupsi ada di setiap eselon birokrasi kita. Ada di setiap institusi dan organisasi pemerintahan. Perilaku korup ada di BUMN-BUMN kita, ada di BUMD-BUMD kita. Ini bukan fakta yang harus kita tutup-tutupi," tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa setelah hampir satu tahun memimpin pemerintahan, ia semakin menyadari besarnya tantangan dan penyelewengan yang terjadi di lingkungan pemerintahan. "Setelah 299 hari saya memimpin pemerintahan eksekutif, saya semakin mengetahui berapa besar tantangan kita, berapa besar penyelewengan yang ada di lingkungan pemerintahan kita. Hal ini tidak baik, tapi harus saya laporkan kepada para wakil-wakil rakyat Indonesia," ujarnya. Pernyataan ini mengindikasikan komitmen pemerintah untuk lebih transparan dan akuntabel dalam pengelolaan negara.
Pengungkapan ini menjadi sinyal kuat bagi upaya pemberantasan korupsi yang lebih intensif di masa mendatang. Publik menanti langkah konkret pemerintah untuk menindak tegas para pelaku korupsi dan membenahi sistem yang rentan terhadap praktik-praktik haram tersebut.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar