55tv.co.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada jajaran menteri terkait untuk mempercepat penyelesaian perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa atau yang dikenal sebagai IEU-CEPA. Langkah strategis ini diambil guna memastikan produk-produk dalam negeri dapat menembus pasar Eropa dengan lebih luas dan kompetitif.

Related Post
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dalam sebuah rapat koordinasi tingkat tinggi yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (22/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya percepatan diplomasi ekonomi ini demi memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi arahan Presiden tersebut. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah fokus pada tahap-tahap krusial untuk merampungkan kesepakatan bilateral tersebut.
"Bapak Presiden telah meminta agar proses IEU-CEPA ini segera diselesaikan tanpa penundaan lebih lanjut," ungkap Airlangga saat memberikan keterangan kepada awak media usai rapat berakhir.
Airlangga menjelaskan bahwa saat ini proses negosiasi telah memasuki fase teknis yang sangat penting, yakni penyelesaian dokumen resmi dalam bahasa Inggris. Dokumen-dokumen ini nantinya akan menjadi landasan utama untuk menjalani proses pengkajian di Parlemen Eropa. Setelah seluruh tahapan di pihak Uni Eropa terpenuhi, Indonesia akan segera melanjutkan langkah ke tahap ratifikasi sesuai dengan mekanisme hukum dan konstitusi yang berlaku di tanah air.
"Saat ini fokus kami adalah melengkapi seluruh bahan dan dokumen dalam bahasa Inggris agar bisa segera dibawa ke Parlemen Eropa. Setelah itu, barulah kita akan memproses versi Indonesia untuk dibawa ke Parlemen kita guna proses ratifikasi," tambah Airlangga secara mendalam.
Perjanjian IEU-CEPA diproyeksikan akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan adanya kesepakatan ini, hambatan perdagangan antara Indonesia dan blok Uni Eropa diharapkan dapat diminimalisir. Hal ini tidak hanya akan memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan Indonesia, tetapi juga diprediksi akan memicu lonjakan arus investasi asing ke dalam negeri serta mempererat hubungan kerja sama ekonomi yang selama ini telah terjalin.
Menariknya, momentum penyelesaian perjanjian ini juga ditandai dengan rencana kunjungan diplomatik penting. Airlangga menyebutkan bahwa Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa, Maroš Šefčovič, dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat. Tak hanya itu, kunjungan tingkat tinggi dari pimpinan Uni Eropa lainnya juga direncanakan akan berlangsung pada akhir Oktober atau awal November 2026 mendatang.
Rangkaian agenda diplomatik ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak memiliki komitmen yang kuat untuk segera meresmikan kemitraan ekonomi ini, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat Indonesia.










Tinggalkan komentar