Prabowo Soroti Bahaya Karhutla di Lahan Gambut

Prabowo Soroti Bahaya Karhutla di Lahan Gambut

55tv.co.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi persoalan tahunan di Indonesia. Dalam upaya menekan angka kejadian, Presiden mendorong adanya penguatan strategi pencegahan yang lebih masif, terutama pada ekosistem lahan gambut yang sangat rentan terhadap api.

COLLABMEDIANET

Langkah strategis ini tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi lebih kepada evaluasi mendalam terhadap regulasi yang ada. Prabowo menyoroti adanya celah dalam aturan hukum saat ini yang dinilai masih memberikan ruang bagi praktik pembakaran lahan. Menurutnya, aturan tersebut perlu ditinjau ulang agar tidak lagi menjadi celah bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam membuka lahan dengan cara membakar.

Prabowo Soroti Bahaya Karhutla di Lahan Gambut
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Arahan tegas ini disampaikan langsung oleh Presiden dalam sebuah diskusi intensif bersama jajaran akademisi dan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (24/9/2026) tersebut membahas berbagai solusi saintifik dan kebijakan untuk menangani krisis karhutla secara lebih efektif.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam penanganan kebakaran. Jika selama ini fokus sering kali tertuju pada respons cepat saat api sudah membesar, ke depan pemerintah ingin mengedepankan pendekatan pencegahan yang berbasis pada presisi di tingkat akar rumput.

"Ada hal yang sangat menarik dalam pertemuan tadi. Pak Presiden menegaskan bahwa pendekatan pencegahan ke depan harus berbasis pada pencegahan presisi yang berpusat di desa," ujar Arif Satria saat memberikan keterangan kepada media.

Menurut Arif, menjadikan desa sebagai tumpuan utama adalah langkah yang logis karena masyarakat setempat memiliki ikatan emosional dan kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian sumber daya alam di lingkungan mereka sendiri. Warga desa adalah pihak pertama yang akan merasakan dampak langsung jika terjadi kebakaran, sehingga mereka memiliki motivasi alami untuk menjaga hutan tetap aman.

Sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden, pemerintah berencana memperkuat peran kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Kelompok ini akan diberdayakan sebagai garda terdepan dalam sistem deteksi dini. Dengan penguatan kapasitas dan dukungan peralatan, MPA diharapkan mampu melakukan pengawasan ketat dan memberikan peringatan awal sebelum titik api meluas.

Melalui integrasi antara kebijakan regulasi yang ketat, riset berbasis data dari BRIN, serta pemberdayaan masyarakat desa, pemerintah optimistis dapat memutus rantai kebakaran hutan yang selama ini merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Fokus pada pencegahan presisi ini diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan hutan yang lebih berkelanjutan dan tangguh di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar