55tv.co.id – Sebuah gebrakan besar di sektor energi nasional siap terwujud. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan baru-baru ini mengumumkan target ambisius pemerintah: Indonesia akan memproduksi bahan bakar etanol campuran E20 dalam dua tahun mendatang. Ini merupakan langkah strategis menuju kemandirian energi yang lebih kuat.

Related Post
Pernyataan tersebut dilontarkan Zulhas setelah mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa 16 September 2026. Pertemuan penting itu membahas langkah konkret demi percepatan produksi bahan bakar ramah lingkungan ini.

Demi mewujudkan visi ini, pembagian tugas lintas kementerian telah ditetapkan. Menteri Pertanian mendapat mandat khusus untuk menyusun rencana strategis, termasuk identifikasi dan penyediaan lahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tebu menjadi komoditas paling potensial sebagai bahan baku utama etanol. Tak tanggung-tanggung, kebutuhan lahan diperkirakan mencapai 2 juta hektare.
Area seluas itu akan tersebar di berbagai pulau besar Indonesia, mulai dari Jawa Sumatra Kalimantan hingga Papua. Sementara itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara akan mengemban tugas krusial dalam pembangunan infrastruktur industri pengolahan etanol. Ini menandai komitmen serius pemerintah dalam menggarap potensi energi terbarukan.










Tinggalkan komentar