55tv.co.id – Kabar gembira datang dari rencana transformasi transportasi massal di Pulau Dewata. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, secara resmi melaporkan progres ambisius pembangunan jaringan kereta api di Bali langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan strategis yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026), ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek infrastruktur vital tersebut tengah dikebut.

Related Post
Dalam keterangannya kepada awak media usai menghadap Presiden, Bobby mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memodernisasi konektivitas di Bali. Hingga saat ini, nilai investasi dan pembangunan yang telah berjalan dilaporkan telah menyentuh angka fantastis, yakni mencapai Rp2 triliun. Angka ini menunjukkan keseriusan negara dalam membangun sistem transportasi yang terintegrasi di destinasi wisata utama dunia tersebut.

Bobby menjelaskan bahwa rencana pembangunan kereta api atau trem di Bali ini tidak dilakukan secara sekaligus, melainkan dibagi ke dalam dua tahapan besar. Strategi pembagian fase ini bertujuan agar pembangunan dapat berjalan lebih terukur dan efisien, mengingat kompleksitas wilayah yang akan dilalui.
"Kami menyampaikan program pembangunan untuk kereta di Bali. Layanan kereta api di Bali fase pertama akan dimulai dari kawasan Bandara Ngurah Rai menuju ke arah utara, melewati Kuta, Legian, hingga mencapai Seminyak, dan berakhir di kawasan Canggu," ujar Bobby merinci rute strategis tersebut.
Lebih mendalam, Bobby memaparkan bahwa proyek ini akan dikerjakan dalam dua tahapan utama dengan estimasi waktu pengerjaan selama dua tahun ke depan. Tahap pertama atau Fase 1 akan difokuskan pada penyambungan jalur dari Bandara Internasional Ngurah Rai menuju kawasan Legian. Jalur ini dianggap sangat krusial karena menghubungkan gerbang masuk utama wisatawan dengan pusat keramaian di Bali Selatan.
Setelah fase pertama rampung, pembangunan akan berlanjut ke Tahap kedua atau Fase 2. Pada tahap ini, jalur kereta akan diperpanjang dari Legian menuju kawasan Canggu yang saat ini tengah menjadi primadona baru bagi wisatawan mancanegara.
Rencana pembangunan trem atau kereta api ini diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan kemacetan yang kerap melanda kawasan Bali Selatan, terutama di titik-titik padat seperti Kuta dan Seminyak. Dengan adanya moda transportasi berbasis rel, mobilitas wisatawan maupun warga lokal diharapkan menjadi lebih cepat, nyaman, dan ramah lingkungan.
Langkah besar PT KAI ini tidak hanya sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan standar pariwisata Bali menuju kelas dunia. Jika proyek ini selesai sesuai target, Bali akan memiliki wajah baru dalam sistem transportasi publik yang modern, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah melalui konektivitas yang mumpuni.










Tinggalkan komentar