55tv.co.id – Dunia pasar modal Indonesia kembali dikejutkan dengan pandangan tajam dari sosok investor legendaris, Lo Kheng Hong. Dalam sebuah kesempatan berbicara di forum bergengsi, investor yang dijuluki sebagai "Warren Buffett Indonesia" ini membeberkan sektor-sektor mana saja yang menurutnya memiliki potensi keuntungan luar biasa di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Related Post
Dalam ajang Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang berlangsung pada Kamis (5/11/2026), Lo Kheng Hong tidak ragu untuk menunjuk tiga sektor utama yang menjadi incaran strategisnya. Ketiga sektor tersebut adalah perbankan, batu bara, dan perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, ketiga industri ini memiliki karakteristik bisnis yang sangat kuat, mulai dari stabilitas arus kas hingga permintaan pasar yang terus terjaga.

Namun, perhatian utama sang maestro saham ini tertuju pada sektor perbankan. Lo Kheng Hong menilai bahwa sektor ini memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi oleh industri lainnya di Indonesia. Salah satu alasan fundamental yang ia sampaikan adalah kemampuan perusahaan-perusahaan perbankan besar dalam mencetak laba bersih yang sangat fantastis.
"Menurut pandangan saya, sektor usaha yang paling menarik untuk diperhatikan saat ini adalah perbankan. Sektor ini benar-benar menonjol," ujar Lo Kheng Hong di hadapan para peserta seminar.
Ia memberikan perbandingan yang sangat mencolok untuk memperkuat argumennya. Lo Kheng Hong menyoroti keberadaan tiga bank raksasa di Indonesia yang mampu membukukan laba bersih mencapai angka Rp60 triliun per tahun. Angka ini, menurutnya, merupakan bukti nyata betapa kuatnya mesin pencetak uang di sektor keuangan tersebut.
"Mengapa perbankan menjadi yang paling menarik? Coba perhatikan, ada tiga bank besar yang laba bersihnya mencapai Rp60 triliun. Jika kita mencoba membandingkan dengan bidang usaha lain, hampir tidak ada perusahaan di sektor mana pun yang mampu menyamai angka laba bersih sebesar itu," jelasnya lebih lanjut.
Bagi Lo Kheng Hong, kemampuan menghasilkan laba dalam skala masif adalah indikator utama kesehatan dan prospek jangka panjang sebuah perusahaan. Dengan laba yang sangat besar, perusahaan memiliki ketahanan yang kuat terhadap guncangan ekonomi serta memiliki modal yang cukup untuk terus melakukan ekspansi.
Selain perbankan, ia juga menyebutkan sektor komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit sebagai sektor yang tidak boleh dilewatkan. Meskipun sektor ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga global, namun secara fundamental, kebutuhan dunia terhadap energi dan minyak nabati tetap menjadi tulang punggung ekonomi yang memberikan peluang keuntungan bagi investor yang jeli.
Pernyataan Lo Kheng Hong ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi para investor ritel dalam menyusun strategi portofolio mereka. Fokus pada perusahaan dengan laba bersih yang teruji dan sektor yang memiliki daya tahan tinggi adalah kunci utama dalam strategi investasi nilai yang selama ini ia terapkan.










Tinggalkan komentar