55 NEWS – Dari hamparan pasir yang kusam, berbau menyengat, hingga menjadi tumpukan sampah raksasa, kini Pantai Tlangoh di Bangkalan, Madura, telah bertransformasi menjadi permata ekowisata yang menjanjikan. Kisah perubahan dramatis ini bukan sekadar cerita tentang keindahan alam yang kembali, melainkan sebuah narasi sukses tentang bagaimana intervensi korporasi strategis mampu menggerakkan roda ekonomi lokal dan mengangkat derajat masyarakat dari jurang kemiskinan.

Related Post
Sebelum tahun 2019, kondisi Pantai Tlangoh di Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, jauh dari kata indah. Setiap hari, sekitar 1.488 meter kubik sampah menutupi pesisir, menciptakan bau tak sedap dan merusak ekosistem. Aktivitas penambangan pasir ilegal kian memperparah abrasi, mengancam kelestarian pantai. Kesadaran lingkungan masyarakat yang belum optimal ditambah minimnya perhatian pemerintah setempat membuat potensi ekonomi dari keindahan pantai ini seolah mati suri, terpendam di balik tumpukan masalah.

Namun, titik balik datang ketika Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) hadir di tengah masyarakat Tlangoh pada tahun 2019. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terencana, PHE WMO berkolaborasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengoptimalkan potensi tersembunyi Desa Tlangoh. Mereka mengusung jargon RESAPI: Rehabilitasi Ekosistem, Sinergi Aksi Pantai dan Inovasi, sebuah pendekatan holistik yang tak hanya fokus pada lingkungan, tetapi juga pada penggerak ekonomi.
Strategi PHE WMO tidak hanya berhenti pada pembersihan fisik. Mereka memulai dengan membangun kesadaran kolektif di kalangan masyarakat, terutama yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Edukasi intensif diberikan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, menghentikan praktik pembuangan sampah ke pantai, dan menolak penambangan pasir liar. Semangat ‘cemburu’ positif terhadap daerah lain yang sukses membangun pariwisata menjadi pemicu motivasi masyarakat untuk berbenah.
Tak hanya itu, infrastruktur pendukung pariwisata pun dibangun dan dilengkapi untuk meningkatkan daya tarik pengunjung. Yang tak kalah krusial, sekitar 40 unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal diberdayakan. Ini bukan sekadar angka, melainkan representasi dari puluhan keluarga yang kini memiliki sumber penghasilan baru, menggerakkan roda ekonomi lokal secara signifikan, dan secara langsung berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Transformasi Pantai Tlangoh menjadi destinasi ekowisata edukatif yang berkelanjutan adalah bukti nyata keberhasilan sinergi antara korporasi, pemerintah desa, dan masyarakat. Dari pantai yang dulu dijauhi karena bau dan kumuh, kini Tlangoh menjadi magnet bagi wisatawan, sekaligus menjadi etalase keberhasilan program pemberdayaan yang berdampak ekonomi luas. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa dengan visi dan komitmen, potensi ekonomi yang terpendam dapat diangkat, mengubah wajah desa dan meningkatkan kesejahteraan warganya, sebuah model CSR yang patut dicontoh oleh perusahaan lain, demikian laporan 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar