55 NEWS – Indonesia tancap gas dalam pengembangan energi panas bumi, dengan dua proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Ulubelu dan Lahendong yang siap dibangun. Langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Related Post
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) telah menandatangani Head of Agreement (HoA) untuk pengembangan panas bumi dengan total kapasitas 530 MW. Kesepakatan ini mencakup pembentukan konsorsium untuk menggarap dua proyek PLTP strategis di Ulubelu dan Lahendong.

Kolaborasi antara PLN IP dan PGE ini menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Melalui HoA tersebut, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan energi panas bumi di berbagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), yang meliputi proyek Brownfield, Yellowfield, dan Greenfield.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan komitmen PLN IP untuk menjadi motor penggerak utama dalam percepatan transformasi energi bersih. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan sumber energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pengembangan panas bumi di Ulubelu dan Lahendong diharapkan tidak hanya meningkatkan pasokan listrik nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan potensi panas bumi yang melimpah, Indonesia berpeluang menjadi pemain utama dalam industri energi bersih di kawasan Asia Tenggara.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar