55tv.co.id – Dunia politik tanah air mendadak gempar setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik intelektual sekaligus kritikus tajam, Rocky Gerung, sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026) tersebut menjadi salah satu momen paling mengejutkan dalam peta politik nasional tahun ini.

Related Post
Kehadiran sosok yang selama ini dikenal sebagai pengkritik keras pemerintah di dalam lingkaran kekuasaan memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan apakah posisi baru ini akan meredam ketajaman lidah sang filsuf atau justru memberikan warna baru dalam proses pengambilan keputusan di tingkat tertinggi negara.

Menanggapi spekulasi mengenai perubahan sikapnya, Rocky Gerung memberikan pernyataan yang cukup lugas. Ia menegaskan bahwa perpindahan posisinya dari pengamat eksternal menjadi bagian dari struktur pemerintahan tidak akan mengubah prinsip dasar yang selama ini ia pegang teguh. Menurutnya, ia hanya sekadar berpindah posisi dari luar ke dalam sistem, namun esensi pemikirannya tetap tidak berubah.
"Ya kan cuma pindah, saya cuma pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break. Sudah," ujar Rocky dengan gaya bicaranya yang khas saat memberikan keterangan kepada awak media.
Rocky menjelaskan bahwa peran Wantimpres memiliki batasan yang jelas. Ia menekankan bahwa tugas utama dewan ini adalah memberikan pertimbangan strategis kepada Presiden, khususnya dalam aspek etika dan pemikiran filosofis, bukan untuk mengurusi hal-hal teknis administratif pemerintahan. Dengan pemahaman tersebut, ia merasa tetap bisa menjalankan fungsi kritisnya meskipun kini berada di dalam sistem.
Bagi masyarakat yang belum mengenal lebih jauh, Rocky Gerung bukanlah nama baru dalam diskursus intelektual Indonesia. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini memiliki rekam jejak akademis yang sangat kuat. Ia merupakan alumnus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) dengan spesialisasi Ilmu Filsafat pada tahun 1986.
Latar belakang pendidikannya yang mendalam di bidang filsafat telah membentuk pola pikirnya yang kritis, logis, dan sering kali provokatif dalam membedah kebijakan publik. Hal inilah yang membuatnya menjadi sosok yang sangat berpengaruh di media sosial dan ruang-ruang diskusi publik selama bertahun-tahun.
Kini, dengan jabatan barunya, publik menanti apakah saran-saran etis dan filosofis yang diberikan oleh Rocky Gerung akan mampu memberikan dampak nyata bagi arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Apakah ia akan menjadi "kompas moral" bagi pemerintah, atau justru akan terjadi gesekan antara idealisme pribadinya dengan realitas politik praktis di dalam istana? Semua akan terjawab seiring berjalannya masa jabatan Wantimpres periode ini.










Tinggalkan komentar