Rupiah Menggila Dolar AS Tumbang Ini Penyebabnya

Rupiah Menggila Dolar AS Tumbang Ini Penyebabnya

55tv.co.id – Rupiah tampil perkasa sepanjang pekan ini memukau pasar dengan lonjakan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda berhasil mengukir kinerja positif yang mencengangkan menguat hingga 0,75 persen. Kenaikan ini membawa rupiah ke level baru yang membuat investor tersenyum lebar.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan pantauan Bloomberg pada Jumat 21 Agustus 2026 rupiah di pasar spot menutup pekan di angka Rp17.694 per dolar AS. Angka ini jauh lebih kuat dibanding posisi awal pekan di Rp17.827. Tak hanya itu secara harian rupiah juga menunjukkan kekuatan tambahan dengan penguatan 0,3 persen.

Rupiah Menggila Dolar AS Tumbang Ini Penyebabnya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kekuatan serupa juga terpancar dari kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Jisdor Bank Indonesia. Rupiah Jisdor mencatatkan kenaikan 0,73 persen sepekan penuh mencapai Rp17.705 per dolar AS. Angka ini membaik dari Rp17.836 di akhir pekan sebelumnya dengan penguatan harian 0,42 persen.

Lantas apa pemicu di balik performa gemilang rupiah ini Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkap rahasianya. Kebijakan Departemen Keuangan AS yang menggandakan program pembelian kembali surat utang pemerintah atau US Treasury berjangka panjang menjadi motor penggerak utama.

Departemen Keuangan AS berencana menggelontorkan dana setidaknya 4 miliar dolar AS per operasi untuk program buyback ini di kuartal mendatang. Langkah strategis ini bertujuan menekan imbal hasil obligasi tenor panjang. Menurut Ibrahim Assuaibi pemerintah AS bahkan dapat meningkatkan pembelian tersebut lebih lanjut karena menilai imbal hasil saat ini tidak mencerminkan fundamental ekonomi yang sebenarnya.

Di sisi lain pasar tenaga kerja AS menunjukkan sinyal positif yang turut memengaruhi sentimen global. Penurunan klaim tunjangan pengangguran mingguan mengindikasikan stabilitas relatif meskipun sempat ada penurunan penyerapan tenaga kerja pada Juli lalu.

Kondisi ini membuat Bank Sentral AS The Fed tetap waspada mencermati stabilitas inflasi. Perdebatan pasar terkait arah suku bunga acuan pun semakin memanas di tengah data ekonomi yang beragam.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar