55tv.co.id – Upaya penyehatan kembali perusahaan-perusahaan BUMN Karya ternyata bukan perkara mudah. Proses restrukturisasi yang digadang-gadang justru menemui banyak tantangan, mulai dari beban utang yang menggunung hingga kompleksitas masalah yang menjerat entitas anak dan cucu perusahaan.

Related Post
Dony Oskaria selaku Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN, membuka-bukaan mengenai benang kusut di balik restrukturisasi BUMN Karya. Ia menyebut, misi ini tergolong sangat pelik karena tumpukan utang yang mencapai ratusan triliun rupiah, ditambah lagi dengan rumitnya persoalan bisnis yang melilit masing-masing perseroan.

Dony menjelaskan, persoalan utang raksasa ini tidak hanya membelit induk perusahaan. Masalah serupa juga merembet ke seluruh entitas anak yang turut terperosok dalam krisis finansial. Kondisi ini semakin memperparah situasi, membuat upaya perbaikan menjadi kian berliku.
Bayangkan saja, setiap BUMN Karya memiliki lebih dari dua puluh entitas anak. Belum lagi cucu perusahaan yang juga ikut terbelit masalah. Ini berarti tim harus bekerja ekstra keras, membereskan setiap masalah satu per satu, sebuah proses yang sangat memakan waktu dan tenaga. Pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan strategi matang untuk mengurai setiap simpul permasalahan.










Tinggalkan komentar