Rupiah Minyak Emas Bakal Bikin Kaget

Rupiah Minyak Emas Bakal Bikin Kaget

55tv.co.id – Pasar finansial dan komoditas global siap menghadapi pekan penuh gejolak Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkap faktor krusial yang akan mendominasi pergerakan nilai tukar hingga harga minyak dan emas Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur ditambah dinamika politik Amerika Serikat menjadi penentu utama arah pergerakan pasar

COLLABMEDIANET

Indeks dolar AS yang pada penutupan perdagangan terakhir berada di level 100.70 diprediksi bergerak dalam rentang support 100.10 dan resistance 102.30 sepanjang satu minggu ke depan

Rupiah Minyak Emas Bakal Bikin Kaget
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sementara itu sektor energi diproyeksikan kembali membara Minyak mentah jenis West Texas Intermediate WTI yang ditutup di USD82 per barel diperkirakan melesat antara USD70.20 sampai USD95 per barel Untuk minyak mentah jenis Brent yang kini di level USD88.10 rentang pergerakannya diprediksi di kisaran USD85 hingga USD100 per barel Ini mengindikasikan potensi kenaikan harga minyak yang cukup signifikan

Di sisi lain harga emas dunia ditutup pada level USD4.016 per troy ounce sementara emas fisik Antam berada di Rp2.614.000 per gram Menurut Ibrahim jika harga emas dunia mengalami koreksi support pertama berada di USD3.970 per troy ounce dengan estimasi emas Antam di Rp2.590.000 per gram Apabila koreksi berlanjut harga emas dunia bisa menyentuh support kedua di USD3.856 per troy ounce yang berarti emas Antam di Rp2.430.000 per gram

Sebaliknya jika harga emas dunia kembali menguat resistance pertama berada pada level USD4.063 per troy ounce dan emas Antam di Rp2.634.000 per gram Jika penguatan terus berlanjut ke resistance kedua emas dunia diproyeksikan menembus USD4.149 per troy ounce dengan emas Antam di Rp2.720.000 per gram Dengan demikian dalam sepekan ke depan emas domestik diprediksi diperdagangkan pada rentang Rp2.430.000 hingga Rp2.720.000 per gram sedangkan emas dunia akan ditransaksikan di kisaran USD3.856 hingga USD4.149 per troy ounce

Ibrahim merinci empat klaster utama sebagai pemicu pergerakan pasar Pertama konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah AS menyasar infrastruktur di Iran yang dibalas secara masif oleh Iran ke pangkalan-pangkalan AS Blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran serta aksi kelompok Houthi di Laut Merah dan potensi penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan biaya transportasi dan logistik global yang berujung pada ancaman inflasi nyata

Di Eropa Timur serangan sporadis Rusia dan aksi Ukraina yang menyasar kilang minyak Rusia turut memperparah penipisan suplai minyak global Kondisi ini menambah tekanan pada harga komoditas energi global

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar