Rupiah Tertekan di Tengah Ketegangan Global

Rupiah Tertekan di Tengah Ketegangan Global

55tv.co.id – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan saat menutup perdagangan pada Selasa (29/9/2026). Mata uang Garuda tercatat merosot tipis ke level Rp17.981 per dolar AS. Meskipun penurunan ini tergolong kecil, yakni hanya sebesar 3 poin atau sekitar 0,02 persen, kondisi ini mencerminkan kewaspadaan tinggi para pelaku pasar terhadap dinamika geopolitik dunia yang sedang memanas.

COLLABMEDIANET

Melemahnya nilai tukar rupiah ini tidak lepas dari pengaruh faktor eksternal yang sangat kuat. Berbagai sentimen global, mulai dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah hingga kebijakan moneter Amerika Serikat, menjadi faktor utama yang menekan mata uang domestik. Para investor saat ini cenderung bersikap hati-hati dan memilih untuk memantau perkembangan situasi sebelum mengambil langkah besar di pasar keuangan.

Rupiah Tertekan di Tengah Ketegangan Global
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa salah satu pemicu utama fluktuasi ini adalah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan yang telah berlangsung selama tujuh bulan terakhir tersebut kini memasuki babak baru melalui upaya negosiasi diplomatik. Menurut Ibrahim, para pejabat dari kedua negara telah melakukan pembicaraan terpisah dengan pihak penengah pada Senin lalu guna mencari jalan keluar untuk mengakhiri peperangan.

Fokus utama dari pembicaraan diplomatik ini adalah pembahasan mengenai revisi proposal tujuh hari yang sebelumnya diajukan oleh pihak Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Negosiasi ini menjadi sangat krusial karena menyangkut stabilitas keamanan kawasan dan kelancaran jalur perdagangan internasional.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan bahwa pihaknya tengah menunggu respons resmi dari Amerika Serikat terkait proposal gencatan senjata terbaru. Selain itu, Iran juga mengajukan sejumlah syarat penting untuk memulihkan kembali arus lalu lintas maritim di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia. Araqchi menegaskan bahwa Iran telah mengajukan solusi damai dan kini menanti langkah nyata dari pihak Washington.

Rencana perdamaian yang diusulkan oleh Iran mencakup beberapa poin krusial, di antaranya adalah penghentian seluruh permusuhan di wilayah Iran dan Lebanon. Selain itu, Iran menuntut adanya pencairan aset mereka yang bernilai miliaran dolar, penghentian sanksi terhadap sektor minyak, serta pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan strategis di Iran.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat memberikan sinyal kepada awak media di Gedung Putih bahwa pihaknya memang sedang berkomunikasi dengan pihak penengah. Meski demikian, detail mengenai kesepakatan tersebut masih dirahasiakan. Ketidakpastian mengenai hasil akhir dari negosiasi ini, ditambah dengan spekulasi mengenai kebijakan suku bunga The Fed, membuat pasar tetap berada dalam mode defensif, yang pada akhirnya memberikan tekanan tambahan bagi nilai tukar rupiah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar