55tv.co.id – Kelangkaan stok beras jenis premium di berbagai jaringan ritel modern mulai memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Menanggapi situasi tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara tegas menginstruksikan Perum Bulog untuk segera memperkuat jalur distribusi dan memastikan ketersediaan pangan di pasar tetap terjaga.

Related Post
Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menekankan bahwa pemerintah tidak ingin ada hambatan dalam penyaluran beras dari gudang hingga ke tangan konsumen. Ia meminta Bulog untuk tidak ragu menambah volume penyaluran jika permintaan di masyarakat terus melonjak.

"Sudah saya perintahkan Bulog. Kalau 110 ribu ton sudah digelontorkan tapi masih kurang, ya kalau perlu dikali tiga. Stok beras kita sebenarnya sangat banyak," ujar Amran saat memberikan keterangan di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan data terbaru, pemerintah menyatakan bahwa kondisi ketahanan pangan nasional, khususnya stok beras, sebenarnya berada dalam posisi yang sangat aman. Saat ini, Bulog tercatat memiliki cadangan beras sekitar 4,6 juta ton. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau kebutuhan penyimpanan tambahan, pemerintah bahkan telah menyiapkan kapasitas gudang tambahan melalui skema penyewaan hingga 2 juta ton.
"Beras aman. Kita sudah perintahkan Bulog untuk kirim. Kita juga sudah siapkan sewa gudang tambahan 2 juta ton untuk memastikan semuanya terkendali," tegasnya.
Langkah penguatan pasokan ini diambil sebagai respons cepat atas laporan mengenai sulitnya masyarakat menemukan beras kualitas premium di rak-rak ritel modern. Menurut Amran, ketersediaan stok yang melimpah di gudang pemerintah harus dibarengi dengan kelancaran distribusi di seluruh jalur perdagangan agar tidak terjadi kekosongan di tingkat konsumen akhir.
Selain fokus pada distribusi ke ritel, pemerintah juga tengah menjalankan berbagai strategi stabilisasi pangan secara masif. Salah satunya adalah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan alokasi sebanyak 1 juta ton. Selain itu, pemerintah juga tengah menyalurkan bantuan pangan beras yang ditujukan bagi 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
"Saat ini kita sedang menjalankan operasi pasar, menyalurkan bantuan pangan untuk 33,4 juta orang, dan menjalankan program SPHP sebanyak 1 juta ton. Dengan langkah-langkah ini, insyaallah harga akan segera turun," imbuh Amran dengan optimis.
Pemerintah berharap dengan intervensi pasar yang kuat dan distribusi yang merata, harga beras di pasar dapat kembali stabil dan terkendali. Amran meminta dukungan masyarakat untuk mengawal proses ini agar ketersediaan pangan benar-benar sampai ke seluruh lapisan masyarakat tanpa ada kendala logistik yang berarti.










Tinggalkan komentar