Strategi Baru Ekonomi Hijau Indonesia Terkuak

Strategi Baru Ekonomi Hijau Indonesia Terkuak

55tv.co.id – Indonesia tengah menggebrak dengan inisiatif ekonomi hijau yang ambisius, memfokuskan perhatian pada sektor pertanian dan industri pengolahan singkong. Gelombang investasi besar-besaran digelontorkan untuk mewujudkan ekosistem berkelanjutan ini, dengan Provinsi Lampung terpilih sebagai garda terdepan implementasi proyek percontohan nasional.

COLLABMEDIANET

Pemilihan Lampung bukan tanpa alasan kuat. Provinsi ini dikenal sebagai lumbung singkong terbesar di tanah air, dengan produksi mencapai 7,5 juta ton setiap tahun. Ditambah lagi, industri pengolahan tepung tapioka di Lampung telah lama menjadi tulang punggung ekonomi daerah, menjadikannya lokasi ideal untuk menguji coba model pembangunan ekonomi hijau berbasis komoditas pertanian. Prospek cerah ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain di seluruh Indonesia.

Strategi Baru Ekonomi Hijau Indonesia Terkuak
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Program revolusioner ini selaras dengan komitmen global Indonesia dalam Perjanjian Paris melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016, serta Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon. Regulasi ini secara tegas mendorong pembangunan rendah karbon, perdagangan karbon, dan pembiayaan iklim yang berkelanjutan. PT ESGIN Global Partners, melalui Vice President & Indonesia Regional Head Yayang Ruzaldy, menegaskan peran mereka bukan hanya sebagai pengembang proyek karbon, melainkan juga sebagai investor yang membangun fondasi ekonomi hijau secara menyeluruh.

Yayang Ruzaldy meyakini Lampung memiliki seluruh elemen krusial untuk bertransformasi menjadi pusat ekonomi hijau berbasis pertanian di Indonesia. Pihaknya berkomitmen penuh untuk menanamkan modal pada proyek-proyek strategis yang menjanjikan keuntungan ekonomi sekaligus manfaat lingkungan. Investasi ini mencakup berbagai inisiatif inovatif, mulai dari Pertanian Cerdas Iklim (Climate Smart Agriculture), produksi Biochar, hingga Proyek Penghilangan Metana pada industri pengolahan tepung tapioka.

"Melalui perpaduan investasi, Digital MRV, Kecerdasan Buatan, teknologi blockchain, Pembiayaan Hijau, dan Pasar Karbon, kami berambisi menciptakan sebuah model pembangunan yang tidak hanya mendongkrak kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat daya saing industri, serta mendukung tercapainya target Net Zero Emission Indonesia," ungkap Yayang. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana investasi berkelanjutan mampu merajut sektor pertanian, industri, teknologi, dan pembiayaan dalam satu kesatuan ekosistem ekonomi yang tangguh.

Sebagai langkah awal, para pihak akan segera menyusun Studi Kelayakan, mengidentifikasi lokasi proyek prioritas, menyiapkan dokumen proyek karbon, menerapkan Digital MRV, serta mengembangkan skema pembiayaan hijau guna mempercepat realisasi investasi. Kerja sama ini diharapkan menjadi cetak biru nasional bagi pengembangan proyek hijau di sektor pertanian dan agroindustri, yang mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara simultan, sekaligus mengukuhkan posisi Lampung sebagai pionir implementasi nilai ekonomi karbon di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar