Strategi Jitu UMKM Melejit di Pasar Digital

Strategi Jitu UMKM Melejit di Pasar Digital

55tv.co.id – Transformasi digital telah mengubah wajah dunia usaha di Indonesia secara drastis. Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), merambah ke dunia pemasaran daring bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk bertahan hidup. Namun, realitanya, tidak semua pelaku usaha mampu mengubah kehadiran digital mereka menjadi mesin pencetak keuntungan yang maksimal. Banyak yang sudah "go digital", tetapi omzet yang didapat masih jalan di tempat.

COLLABMEDIANET

Menanggapi fenomena ini, Founder Digifolium, Weliyan Tanoyo, mengungkapkan bahwa hambatan utama yang dihadapi UMKM bukanlah semata-mata karena ketidaktahuan teknologi atau istilah "gaptek". Menurutnya, masalah sebenarnya terletak pada kurangnya pembiasaan terhadap fitur-fitur canggih yang tersedia di berbagai platform lokapasar (marketplace). Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi tembok besar yang menghalangi akselerasi bisnis.

Strategi Jitu UMKM Melejit di Pasar Digital
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Banyak pelaku UMKM yang masih berjuang sendirian atau menjadi single fighter. Karena semua dikerjakan sendiri, kemampuan mereka menjadi sangat terbatas. Seringkali, ketika mereka mendapatkan pelatihan atau materi yang bagus, mereka tidak segera mempraktikkannya sehingga ilmu tersebut menguap begitu saja," ujar Weliyan saat ditemui di Jakarta.

Untuk mengatasi hal tersebut, Weliyan menekankan pentingnya manajemen waktu yang disiplin. Pengusaha harus mampu menyisihkan waktu secara konsisten untuk mempelajari dan menerapkan strategi pemasaran digital yang baru. Tanpa konsistensi, pengetahuan yang didapat dari pelatihan hanya akan menjadi teori tanpa dampak nyata pada angka penjualan.

Selain masalah teknis, fleksibilitas produk juga menjadi kunci dalam menghadapi fluktuasi pasar. Weliyan menyarankan agar pelaku UMKM tidak hanya terpaku pada satu produk andalan jika kondisi pasar sedang lesu. Strategi diversifikasi produk yang masih berkaitan dapat menjadi penyelamat arus kas. Sebagai contoh, jika penjualan sepatu sedang menurun, pengusaha bisa mencoba menawarkan produk pelengkap seperti ikat pinggang atau kaus kaki untuk menjaga ritme penjualan tetap stabil.

Di sisi lain, tren belanja melalui siaran langsung atau live streaming kini tengah menjadi primadona. Pakar e-commerce sekaligus womanpreneur, Rika Yeo, memberikan catatan penting mengenai pemanfaatan fitur ini. Menurutnya, live streaming tidak boleh dilakukan secara asal-asalan tanpa arah yang jelas.

Rika menekankan bahwa setiap sesi siaran langsung harus memiliki tujuan pemasaran yang terukur. Pelaku UMKM disarankan untuk mengombinasikan produk unggulan mereka dengan produk pendukung lainnya dalam satu sesi siaran. Dengan perencanaan yang matang, live streaming bukan hanya sekadar ajang pamer produk, melainkan instrumen konversi yang efektif untuk menarik minat pembeli secara langsung dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek yang ditawarkan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar