Strategi Merger BUMN Targetkan Laba Fantastis

Strategi Merger BUMN Targetkan Laba Fantastis

55tv.co.id – Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia tengah menyiapkan langkah besar untuk mengubah wajah perusahaan pelat merah di tanah air. Melalui gelombang konsolidasi dan merger besar-besaran, Danantara optimis dapat mendongkrak performa keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara signifikan. Targetnya tidak main-main, laba bersih konsolidasi BUMN tahun ini diproyeksikan mampu menembus angka fantastis sebesar Rp360 triliun atau setara dengan lebih dari 20 miliar dolar AS.

COLLABMEDIANET

Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya perampingan portofolio serta pembenahan model bisnis yang lebih efisien. Selama ini, banyak entitas BUMN yang dianggap berjalan sendiri-sendiri, sehingga menciptakan tumpang tindih fungsi dan inefisiensi biaya yang cukup tinggi. Dengan adanya penggabungan ini, diharapkan beban operasional yang tidak perlu dapat ditekan, sehingga margin keuntungan bisa tumbuh lebih optimal.

Strategi Merger BUMN Targetkan Laba Fantastis
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa restrukturisasi ini adalah kunci untuk mengikis inefisiensi yang selama ini menggerus profitabilitas. Menurutnya, seluruh BUMN saat ini sedang berada dalam jalur kinerja yang sangat positif berkat adanya penataan ulang tersebut.

"Tahun ini, kami menargetkan laba bersih konsolidasi BUMN mencapai Rp360 triliun atau lebih dari 20 miliar dolar AS secara murni dan benar," ungkap Dony dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) yang digelar di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dony memaparkan bahwa agenda konsolidasi ini melibatkan sekitar 200 perusahaan yang akan dilebur berdasarkan kesamaan lini bisnisnya. Penataan ini mencakup berbagai sektor vital. Sebagai contoh, sebanyak 23 kawasan industri akan disatukan menjadi satu entitas tunggal. Begitu pula dengan sektor manajemen aset dan investasi, di mana lima pengelola akan digabung menjadi satu kekuatan besar.

Tidak hanya di sektor industri, sektor layanan publik pun ikut dirampingkan. Sebanyak 60 rumah sakit milik BUMN akan dikonsolidasikan di bawah satu induk perusahaan. Di sektor perhotelan, 120 hotel pelat merah akan berada di bawah satu payung usaha yang sama. Sementara itu, di sektor keuangan, 16 perusahaan asuransi akan diperas menjadi hanya tiga entitas utama yang mencakup asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit. Perusahaan sekuritas pun akan dirampingkan menjadi dua entitas saja. Seluruh proses integrasi ini ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Selain penggabungan struktur organisasi, Danantara juga melakukan perombakan mendasar pada sistem penetapan harga produk-produk komoditas strategis. Tujuannya adalah untuk mempertebal margin usaha melalui efisiensi rantai pasok. Dony memberikan contoh nyata pada industri pupuk, di mana penghapusan skema biaya lama telah berhasil melipatgandakan keuntungan bersih dalam waktu yang relatif singkat. Melalui strategi ini, Danantara berharap BUMN tidak hanya menjadi pemain domestik, tetapi juga memiliki daya saing global yang kuat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar