55 NEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) secara mengejutkan membeberkan data perputaran ekonomi fantastis yang dihasilkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lebih dari sekadar inisiatif peningkatan kualitas sumber daya manusia, program ini kini menjelma menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan suntikan anggaran mencapai Rp268 triliun, bahkan mencatatkan perputaran dana hingga Rp6 triliun per bulan di tingkat lokal.

Related Post
Dadan Hindayana, Kepala BGN, menegaskan bahwa arsitektur program MBG memang dirancang secara strategis untuk memicu geliat ekonomi di tingkat lokal. Skema distribusi anggaran yang langsung mengalir ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kunci utamanya dalam menciptakan intervensi fiskal yang masif dan merata.

"Dana tersebut, lanjut Dadan, dialirkan langsung ke daerah melalui akun virtual di setiap SPPG. Sekitar Rp248 triliun hingga Rp249 triliun mengalir ke bawah dan dibelanjakan di daerah," ungkap Dadan dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id, Rabu (29/4/2026).
Menurut Dadan, mekanisme ini secara efektif menempatkan SPPG sebagai episentrum aktivitas ekonomi baru di berbagai pelosok daerah. Setiap unit SPPG, terang Dadan, mengelola alokasi anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan. Mayoritas dana tersebut, secara signifikan, dialokasikan untuk pembelian bahan baku pangan dari masyarakat sekitar, menciptakan efek domino ekonomi yang positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Dadan merinci lebih lanjut, sekitar 70 persen dari total anggaran SPPG difokuskan untuk pengadaan bahan baku. Yang menarik, 95 persen dari bahan baku tersebut merupakan produk pertanian, peternakan, dan perikanan yang bersumber langsung dari produsen lokal. "Artinya, program makan bergizi ini secara inheren identik dengan kemandirian pangan lokal, karena hampir seluruh kebutuhan dipasok dari dalam daerah," pungkasnya, menyoroti dampak jangka panjang terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani serta nelayan setempat.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar