Terbongkar! Strategi Cerdas UMKM Binaan BRI Ini Sulap Wastra Nusantara Jadi Tren Busana Kantor Paling Dicari, Selamatkan Budaya, Genjot Ekonomi Nasional!

Terbongkar! Strategi Cerdas UMKM Binaan BRI Ini Sulap Wastra Nusantara Jadi Tren Busana Kantor Paling Dicari, Selamatkan Budaya, Genjot Ekonomi Nasional!

55 NEWS – Batik, dengan pesona motif dan filosofi mendalamnya, kini tak lagi sekadar busana tradisional. Transformasinya menjadi pilihan utama busana kantor menunjukkan perpaduan harmonis antara warisan budaya dan tuntutan profesionalisme modern. Fenomena ini tidak hanya memperkaya gaya berbusana, tetapi juga menjadi manifestasi apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal, yang dengan sentuhan desain kontemporer, menjelma menjadi simbol identitas dan kebanggaan di tengah dinamika dunia kerja.

COLLABMEDIANET

Dorongan kuat untuk melestarikan sekaligus memodernisasi wastra Nusantara inilah yang memotivasi Kain Indonesia by Shifara, sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), untuk secara konsisten berinovasi. Mereka fokus memproduksi busana siap pakai (ready-to-wear) dengan konsep office wear yang elegan dan relevan, mengusung tema "from office to hangout," dengan target pasar utama wanita karier.

Terbongkar! Strategi Cerdas UMKM Binaan BRI Ini Sulap Wastra Nusantara Jadi Tren Busana Kantor Paling Dicari, Selamatkan Budaya, Genjot Ekonomi Nasional!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sinta Paramitha, pemilik Kain Indonesia by Shifara, yang berdomisili di sentra batik Pekalongan, mengembangkan kecintaannya pada wastra Nusantara berkat lingkungan yang kaya akan tradisi dan produksi kain. Perjalanan eksplorasi bersama orang tuanya ke berbagai daerah di Indonesia turut memperluas wawasannya tentang keragaman wastra. Dari sinilah, tekadnya untuk mengangkat dan mengembangkan wastra Nusantara semakin menguat.

Keresahan Sinta bukan tanpa alasan. Data menunjukkan penurunan signifikan ekspor batik sejak 2012, ditambah lagi dengan berkurangnya jumlah pengrajin kain Indonesia hingga lebih dari 100 ribu orang selama pandemi. Ancaman klaim budaya dari berbagai negara semakin membulatkan tekadnya untuk mengoptimalkan potensi wastra dari Sabang hingga Merauke. Sebagai merek lokal, Kain Indonesia by Shifara menonjolkan keunikannya dengan mengeksplorasi material wastra dari berbagai daerah seperti Endek Bali, Jumputan Palembang, Jumputan Jogja, dan Batik Pekalongan. Desainnya dirancang agar dapat dikenakan oleh wanita dengan berbagai ukuran, bahkan memfasilitasi pembuatan seragam, serta selalu disesuaikan dengan tren mode terkini.

Perjalanan bisnis Kain Indonesia by Shifara menunjukkan pertumbuhan signifikan setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta. Wadah kolaborasi dan pemberdayaan UMKM ini menjadi katalisator bagi akselerasi bisnis mereka. Setelah melalui proses seleksi ketat, Sinta mendapatkan pendampingan komprehensif dari BRI, mencakup berbagai aspek krusial seperti strategi pemasaran digital, operasional, hingga manajemen keuangan.

"Kami berkesempatan berinteraksi dengan para coach yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga terus mendampingi kami dalam memecahkan berbagai tantangan bisnis. Ini sangat membantu kami dalam menavigasi kompleksitas operasional dan strategis yang selama ini membingungkan," ujar Sinta Paramitha, dikutip dari keterangan BRI, Jakarta, Jumat (16/1/2026). Dukungan berkelanjutan dari BRI ini menjadi fondasi kuat bagi Kain Indonesia by Shifara untuk terus berinovasi, memperkuat daya saing produk, dan memberikan kontribusi nyata dalam melestarikan budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar