55 NEWS – Konsorsium yang terdiri dari 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap melancarkan program pembangunan terintegrasi di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Inisiatif strategis yang dijadwalkan pada 22-24 April 2026 ini bukan sekadar upaya pelestarian lingkungan, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk menggenjot potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di salah satu destinasi pariwisata terkemuka dunia, demikian diungkapkan 55tv.co.id.

Related Post
Keindahan Raja Ampat, dengan biodiversitas lautnya yang tak tertandingi, memang menjadi kebanggaan nasional. Namun, di balik pesonanya, tersimpan tanggung jawab besar untuk memastikan keberlanjutan ekosistem dan kemandirian ekonomi masyarakatnya. Program multi-sektoral ini akan dipusatkan di dua lokasi kunci, yakni Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun. Pendekatan yang diadopsi bersifat holistik, mencakup intervensi di sektor lingkungan hidup, peningkatan kualitas sosial, penguatan pendidikan, serta stimulasi ekonomi masyarakat lokal agar lebih berdaya secara berkelanjutan.

Heru Widodo, Direktur Utama ASDP, salah satu BUMN yang terlibat, menegaskan bahwa partisipasi perusahaannya merupakan manifestasi komitmen korporasi untuk menghadirkan nilai tambah yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). "Kami tidak hanya fokus pada penyediaan layanan transportasi yang andal, namun juga aktif berkontribusi dalam menjaga kelestarian ekosistem dan mengerek tingkat kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi ini kami harapkan dapat menciptakan dampak berganda yang berkelanjutan dan memberikan nilai ekonomi signifikan bagi penduduk setempat," jelas Heru dalam keterangan resminya, Minggu (26/4/2026).
Di Kampung Mutus, fokus utama program diarahkan pada rehabilitasi ekosistem bahari melalui penanaman 2.000 bibit mangrove dan 650 fragmen karang, dilengkapi dengan edukasi konservasi lingkungan bagi warga. Dari sisi penguatan ekonomi, program ini mencakup pelatihan dan sertifikasi selam bagi kelompok konservasi lokal, serta pendampingan intensif bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan diversifikasi sumber pendapatan. Infrastruktur dasar juga ditingkatkan dengan penyediaan akses listrik bagi 119 rumah tangga, menjangkau sekitar 500 penerima manfaat. Sektor pendidikan tak luput dari perhatian, dengan renovasi fasilitas belajar dan penyediaan sarana prasarana di SD YPK Effata Mutus dan SMPN 11 Raja Ampat.
Sementara itu, di Kampung Manyaifun, intervensi program berfokus pada penguatan infrastruktur dasar dan layanan sosial. Sebanyak 59 rumah tangga kini akan menikmati akses listrik, melayani sekitar 117 jiwa. Selain itu, dilakukan renovasi fasilitas umum, sekolah, dan rumah ibadah untuk menunjang kualitas hidup masyarakat secara komprehensif.
Edi Eko Cahyono, Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BP BUMN, menambahkan bahwa kolaborasi lintas BUMN ini merupakan langkah strategis untuk mengimplementasikan program TJSL yang lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan. "Pendekatan multi-intervensi yang kami terapkan diharapkan mampu menciptakan efek domino positif, tidak hanya pada lingkungan dan sosial, tetapi juga pada roda perekonomian lokal, memastikan investasi ini memberikan return sosial dan ekonomi yang optimal," pungkasnya.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar