55tv.co.id – Bursa Efek Indonesia BEI baru saja mengungkap data mengejutkan terkait kepatuhan perusahaan tercatat dalam menyampaikan laporan keberlanjutan. Mayoritas emiten memang sudah memenuhi mandat tersebut namun kualitasnya masih jadi sorotan utama.

Related Post
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menegaskan bahwa tren penerapan aspek Lingkungan Sosial dan Tata Kelola ESG di pasar modal Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Hal ini terlihat baik dari sisi investasi pendanaan maupun transparansi perusahaan.

Dalam sebuah konferensi penting di Jakarta Iding Pardi memaparkan bahwa dari sisi transparansi 87 persen perusahaan tercatat telah menyerahkan laporan keberlanjutan untuk tahun 2025. Namun ia menambahkan hanya 13 persen dari laporan tersebut yang telah melewati proses verifikasi ketat oleh pihak ketiga sebuah indikasi bahwa kualitas masih menjadi pekerjaan rumah.
Tidak hanya itu Iding juga menyoroti peningkatan kesadaran emiten dalam melaporkan data emisi karbon. Sebanyak 58 persen perusahaan kini telah mempublikasikan emisi cakupan 1 dan 2 sementara 32 persen lainnya bahkan sudah melaporkan emisi cakupan 3 yang lebih kompleks.
Ketersediaan informasi ESG yang relevan terukur transparan dan mudah diakses sangat krusial dalam membantu investor membuat keputusan investasi yang cerdas dan bertanggung jawab. Oleh karena itu BEI secara berkesinambungan mengembangkan berbagai infrastruktur pelaporan ESG termasuk melalui sistem SPE-IDXnet yang mengadopsi standar ASEAN ESG Common Core Metrics dan selaras dengan regulasi OJK.










Tinggalkan komentar