Terkuak! Ratusan Ribu Warga Aceh Kembali Nikmati Terang, Namun 562 Desa Masih Gelap Gulita: Ancaman Stagnasi Ekonomi Mengintai! Apa Kendala Utama PLN dan ESDM?

Terkuak! Ratusan Ribu Warga Aceh Kembali Nikmati Terang, Namun 562 Desa Masih Gelap Gulita: Ancaman Stagnasi Ekonomi Mengintai! Apa Kendala Utama PLN dan ESDM?

55 NEWS – Setelah berbulan-bulan berjibaku dengan dampak bencana, secercah harapan mulai menyinari Aceh. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, sebanyak 776.875 dari total 970.954 pelanggan yang sebelumnya terdampak kini telah kembali menikmati aliran listrik. Namun, di balik kabar baik ini, tantangan besar masih membayangi, dengan 562 desa di Bumi Serambi Mekkah masih gelap gulita, menunggu uluran tangan pemerintah dan PT PLN (Persero) untuk memulihkan denyut ekonomi mereka.

COLLABMEDIANET

Data terbaru di lapangan yang dihimpun 55tv.co.id menunjukkan, dari total desa yang terdampak, 5.938 desa telah berhasil dipulihkan pasokan listriknya. Namun, angka 562 desa yang belum tersambung menjadi fokus perhatian. Kabupaten Aceh Tengah memimpin daftar dengan 151 desa yang belum terlistriki, disusul Bener Meriah (141 desa), dan Aceh Tamiang (99 desa). Kondisi ini tentu menjadi ganjalan serius bagi aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah-wilayah tersebut.

Terkuak! Ratusan Ribu Warga Aceh Kembali Nikmati Terang, Namun 562 Desa Masih Gelap Gulita: Ancaman Stagnasi Ekonomi Mengintai! Apa Kendala Utama PLN dan ESDM?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menurut Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi, upaya pemulihan jaringan transmisi menghadapi kendala teknis yang signifikan. Salah satu titik krusial adalah menara transmisi utama Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sigli-Bireuen. "Meskipun menara darurat (Emergency Repair System) telah berhasil didirikan sebagai pengganti Tower 340 yang roboh, proses penarikan kabel konduktor terhambat oleh genangan lumpur pekat yang menyulitkan akses dan pengerjaan," jelas Rudy dalam keterangan resmi yang diterima 55tv.co.id. Hambatan ini bukan hanya memperlambat pemulihan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar jika tidak segera diatasi.

Di sisi lain, upaya menambal defisit daya juga terus digenjot secara paralel. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Lueng Bata tahap pertama dengan kapasitas 5 MW telah berhasil disinkronkan ke jaringan, memberikan tambahan pasokan yang vital. Tim teknis PLN kini berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan tahap kedua sebesar 5 MW serta pemasangan mesin di PLTD Krueng Raya berkapasitas 15 MW, yang materialnya baru saja tiba di pelabuhan. Keberhasilan proyek-proyek ini diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan listrik di wilayah yang masih terdampak, sekaligus menopang stabilitas pasokan daya untuk sektor industri dan rumah tangga.

Pemulihan infrastruktur kelistrikan ini bukan sekadar tentang penerangan, melainkan juga fondasi vital bagi geliat ekonomi lokal. Dengan listrik yang stabil, aktivitas perdagangan, industri kecil, hingga pendidikan dapat kembali berjalan normal, mendorong percepatan pemulihan ekonomi Aceh pasca-bencana. Pemerintah dan PLN menegaskan komitmen mereka untuk terus bekerja keras hingga seluruh desa di Aceh kembali terang benderang, memastikan tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam akses energi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar