55 NEWS – Kabar kurang menyenangkan datang bagi konsumen gas LPG nonsubsidi di seluruh Indonesia. PT Pertamina Patra Niaga secara resmi telah memberlakukan penyesuaian harga untuk produk LPG Bright Gas 12 kg dan 5,5 kg, efektif sejak 18 April 2026. Kenaikan ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap anggaran rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang bergantung pada energi ini.

Related Post
Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala Pertamina terhadap dinamika pasar energi global dan biaya operasional. Meski demikian, keputusan ini tentu memicu perhatian publik, terutama mengingat peran vital LPG nonsubsidi dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat di luar segmen subsidi. Berdasarkan data yang dihimpun 55tv.co.id pada Sabtu, 25 April 2026, harga terbaru menunjukkan variasi yang cukup mencolok di berbagai provinsi.

Untuk tabung LPG 12 kg, rentang harga kini membentang dari Rp208.000 hingga Rp285.000 per tabung. Harga terendah, yakni Rp208.000, secara eksklusif berlaku di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam. Sementara itu, mayoritas konsumen di wilayah strategis seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat kini harus merogoh kocek Rp228.000 per tabung. Adapun di sejumlah provinsi lain seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung, harga yang berlaku sedikit lebih tinggi, yaitu Rp230.000.
Tak hanya ukuran 12 kg, harga LPG Bright Gas 5,5 kg juga mengalami kenaikan. Per 25 April 2026, harga untuk tabung ukuran ini berkisar antara Rp100.000 hingga Rp134.000. Meskipun tidak dirinci per wilayah seperti varian 12 kg, rentang harga ini tetap menjadi perhatian bagi konsumen yang menggunakan ukuran lebih kecil.
Kenaikan harga LPG nonsubsidi ini berpotensi memicu efek domino pada sektor ekonomi. Pelaku usaha kuliner, laundry, dan industri rumahan yang mengandalkan LPG nonsubsidi sebagai bahan bakar utama, kemungkinan besar akan menghadapi peningkatan biaya produksi. Kondisi ini bisa berujung pada penyesuaian harga jual produk atau jasa mereka, yang pada akhirnya dapat dirasakan langsung oleh konsumen akhir. Analis ekonomi dari 55tv.co.id menyarankan agar pemerintah dan Pertamina terus memantau stabilitas harga dan ketersediaan, serta mempertimbangkan dampak sosial ekonomi dari setiap kebijakan penyesuaian harga energi. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa harga terbaru melalui kanal resmi Pertamina atau media terpercaya seperti 55tv.co.id guna mendapatkan informasi akurat dan terkini.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar