Terungkap! Anggaran Rp5,7 Miliar BGN untuk Video Conference Program Makan Bergizi Gratis: Efisiensi Koordinasi atau Pemborosan Dana Publik? Kepala BGN Buka Suara!

55 NEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi mendalam terkait alokasi anggaran sebesar Rp5,7 miliar untuk pengadaan layanan video conference. Dana jumbo ini, yang direncanakan untuk periode April hingga Desember 2026, menjadi sorotan publik di tengah upaya pemerintah mengimplementasikan program makan bergizi gratis (MBG). Kepala BGN menegaskan bahwa investasi ini adalah langkah strategis, bukan sekadar pemborosan, demi kelancaran program berskala nasional tersebut.

COLLABMEDIANET

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa layanan komunikasi digital berkapasitas besar ini merupakan tulang punggung vital untuk mendukung pelaksanaan program MBG yang kompleks. Menurut Dadan, layanan ini esensial untuk mendukung program MBG yang kompleks, mengingat perlunya koordinasi ekstensif, penyampaian arahan teknis yang seragam, serta edukasi berkelanjutan bagi berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah.

Terungkap! Anggaran Rp5,7 Miliar BGN untuk Video Conference Program Makan Bergizi Gratis: Efisiensi Koordinasi atau Pemborosan Dana Publik? Kepala BGN Buka Suara!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Pelaksanaan program makan bergizi tidak hanya bergantung pada distribusi layanan di lapangan, tetapi juga pada kemampuan BGN memastikan seluruh pelaksana memahami arahan, pedoman, dan standar pelaksanaan yang sama," ujar Dadan dalam keterangan resminya, Minggu (26/4/2026), seperti dikutip dari 55tv.co.id. Ia menambahkan bahwa program MBG melibatkan spektrum pihak yang sangat luas, mulai dari jajaran di tingkat pusat, pemerintah daerah, satuan pelayanan, hingga para pelaksana langsung di lapangan.

Dadan menekankan bahwa dalam konteks program sebesar ini, koordinasi yang cepat, serentak, dan terdokumentasi menjadi faktor krusial penentu keberhasilan. Oleh karena itu, Dadan menekankan bahwa sarana komunikasi digital berkapasitas masif menjadi vital untuk memastikan keselarasan informasi di setiap tingkatan implementasi program, mengingat cakupan dan kompleksitasnya. Tanpa infrastruktur komunikasi yang memadai, risiko miskomunikasi dan ketidakseragaman pelaksanaan akan sangat tinggi, berpotensi menghambat efektivitas program.

Secara teknis, layanan video conference yang dimaksud merupakan sistem enterprise terpusat yang dikelola langsung oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN. Sistem ini dirancang dengan kemampuan mengakomodasi sekitar 5.000 pengguna aktif secara simultan dan dapat menampung hingga 50.000 peserta dalam satu sesi pertemuan virtual. Kapasitas ini diklaim fundamental untuk menjangkau seluruh elemen yang terlibat dalam program MBG, memastikan setiap pemangku kepentingan mendapatkan informasi dan arahan yang sama secara real-time.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar