Terungkap Biang Kerok Defisit Dagang RI Mei 2026

Terungkap Biang Kerok Defisit Dagang RI Mei 2026

55tv.co.id – Kabar mengejutkan datang dari kancah perekonomian nasional. Setelah mencatatkan surplus selama 72 bulan berturut-turut, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 justru berbalik arah mengalami defisit. Bank Indonesia (BI) menunjuk sektor minyak dan gas (migas) sebagai penyebab utama kemerosotan ini, meskipun kinerja ekspor nonmigas masih menunjukkan ketahanan yang impresif.

COLLABMEDIANET

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, menunjukkan bahwa neraca perdagangan nasional pada Mei 2026 mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini sontak mengakhiri rekor surplus yang telah dipertahankan selama enam tahun berturut-turut, sebuah pencapaian yang sebelumnya menjadi kebanggaan.

Terungkap Biang Kerok Defisit Dagang RI Mei 2026
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Denny menjelaskan bahwa pelebaran defisit di sektor migas menjadi pemicu utama penurunan performa perdagangan bulan lalu. Sementara itu, transaksi di luar sektor migas tetap kokoh dengan torehan surplus yang signifikan. "Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mencatat defisit 1,61 miliar dolar AS. Kondisi ini utamanya dipengaruhi oleh lonjakan defisit neraca perdagangan migas, di tengah neraca perdagangan nonmigas yang masih mencatat surplus," terang Denny dalam pernyataan resminya.

BI mengidentifikasi bahwa defisit perdagangan migas melonjak drastis hingga menyentuh angka 3,76 miliar dolar AS pada Mei 2026. Ketidakseimbangan ini terjadi lantaran nilai ekspor migas mengalami penurunan yang jauh lebih tajam dibandingkan dengan penurunan pada impor migas.

Meski demikian, sektor perdagangan nonmigas berhasil menjadi penopang kuat. Pada periode yang sama, neraca perdagangan nonmigas membukukan surplus sebesar 2,15 miliar dolar AS. Capaian positif ini didorong oleh realisasi ekspor nonmigas yang mencapai 22,44 miliar dolar AS, menunjukkan bahwa sektor ini masih memiliki daya saing yang tinggi di pasar global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar