55 NEWS – Jakarta – Jagat ekonomi global berduka atas berpulangnya salah satu arsitek kebijakan moneter paling berpengaruh di Amerika Serikat, Alan Greenspan. Mantan Ketua The Federal Reserve (The Fed) ini menghembuskan napas terakhirnya pada usia 100 tahun, Senin (22/6/2026) malam, akibat komplikasi penyakit Parkinson. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh sang istri, Andrea Mitchell.

Related Post
Greenspan menorehkan jejak tak terhapuskan selama hampir dua dekade kepemimpinannya di bank sentral AS, dari Agustus 1987 hingga Januari 2006. Diangkat oleh Presiden Ronald Reagan, ia menavigasi ekonomi Amerika Serikat melalui periode-periode krusial, baik di tengah badai krisis maupun puncak kejayaan ekonomi, hingga masa pensiunnya pada tahun 2006.

Masa jabatannya yang mencapai hampir dua dekade tersebut menjadikannya Ketua The Fed dengan masa bakti terpanjang kedua, hanya terpaut empat bulan dari rekor William McChesney Martin yang memimpin The Fed dari tahun 1951 hingga 1970. Selama era kepemimpinannya, Greenspan kerap dianggap sebagai figur paling berkuasa kedua di Amerika Serikat, setelah presiden.
Pengaruhnya tak terbantahkan, terutama mengingat peran krusial The Fed dalam menentukan arah ekonomi global melalui kebijakan suku bunga. Setiap keputusannya, mulai dari penyesuaian suku bunga acuan hingga pernyataan publik, selalu menjadi sorotan pasar dan memiliki implikasi luas, tidak hanya bagi Wall Street tetapi juga bursa-bursa saham di seluruh dunia. Kepergian Greenspan menandai berakhirnya sebuah era di mana kebijakan moneter AS memiliki resonansi global yang luar biasa, membentuk lanskap finansial yang kita kenal saat ini.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar