Terungkap! Rahasia Sertifikat Energi Terbarukan yang Menguntungkan Semua Pihak: Investor EBT Auto Senyum?

Terungkap! Rahasia Sertifikat Energi Terbarukan yang Menguntungkan Semua Pihak: Investor EBT Auto Senyum?

55 NEWS – Direktur Utama Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), Fajar Wibhiyadi, mengungkapkan potensi besar Renewable Energy Certificate (REC) atau Sertifikat Energi Terbarukan bagi berbagai pihak. Dalam acara Energi & Mineral Festival di Jakarta, Kamis (31/7/2025), Fajar menjelaskan bahwa REC memberikan manfaat signifikan bagi pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT), pembeli REC, serta pemerintah.

COLLABMEDIANET

Bagi pembangkit listrik EBT, REC menjadi daya tarik investasi yang kuat. Sertifikat ini meningkatkan nilai investasi dan memberikan insentif untuk mengembangkan lebih banyak proyek EBT. Dengan adanya REC, investor semakin tertarik untuk menanamkan modalnya dalam sektor energi hijau.

 Terungkap! Rahasia Sertifikat Energi Terbarukan yang Menguntungkan Semua Pihak: Investor EBT Auto Senyum?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sementara itu, pembeli REC dapat memanfaatkan sertifikat ini untuk mencapai tujuan keberlanjutan mereka. REC membantu meningkatkan reputasi perusahaan dan memenuhi standar lingkungan yang semakin ketat. Hal ini menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang peduli terhadap isu lingkungan.

Pemerintah juga mendapatkan keuntungan dari REC. Sertifikat ini menjadi stimulus atau akselerator untuk mencapai target bauran energi terbarukan nasional. Pembangkit listrik EBT mendapatkan nilai tambah dengan mengkonversi setiap 1 Megawatt Hour (MWh) listrik yang dihasilkan menjadi 1 REC.

"Harapannya, dengan adanya REC ini akan banyak pelaku usaha yang akan berinvestasi dalam pengembangan pembangkit listrik EBT, yang akan berdampak pada penambahan kapasitas listrik EBT," ungkap Fajar Wibhiyadi.

Pemerintah menargetkan bauran EBT nasional sebesar 23% pada tahun 2025 dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). REC menjadi instrumen penting dalam menghadapi Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM).

Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025 – 2034, pemerintah menargetkan 61% bauran energi nasional berasal dari sumber terbarukan. Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2024 memproyeksikan total kapasitas pembangkit listrik mencapai 443 GW pada tahun 2060, dengan tenaga surya (109,4 GW), tenaga air (70,5 GW), angin (73,2 GW), dan panas bumi (22,7 GW) sebagai pendorong utama pertumbuhan. Dengan adanya REC, target-target ambisius ini diharapkan dapat tercapai.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar