Terungkap! Senjata Rahasia Indonesia Kuasai Pasar Ekspor Perikanan Global, Laboratorium Canggih Ini Jadi yang Pertama di ASEAN!

Terungkap! Senjata Rahasia Indonesia Kuasai Pasar Ekspor Perikanan Global, Laboratorium Canggih Ini Jadi yang Pertama di ASEAN!

55 NEWS – Indonesia kini memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan di sektor perikanan global dengan diresmikannya laboratorium uji kontaminasi radioaktif produk perikanan pertama di Asia Tenggara. Fasilitas canggih ini, yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur, diharapkan menjadi katalisator utama dalam mendongkrak daya saing dan penerimaan produk perikanan nasional di pasar internasional, khususnya Amerika Serikat.

COLLABMEDIANET

Laboratorium Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSPM) di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini telah mengantongi akreditasi ISO 17025, sebuah standar internasional yang menjamin kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Lebih dari itu, BUSPM juga telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebagai otoritas pengawas nuklir nasional, serta pengakuan dari US FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat untuk melakukan pengujian berbagai parameter radioaktif, termasuk Cesium-137 (Cs-137).

Terungkap! Senjata Rahasia Indonesia Kuasai Pasar Ekspor Perikanan Global, Laboratorium Canggih Ini Jadi yang Pertama di ASEAN!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menurut Ishartini, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, pembangunan laboratorium ini merupakan langkah strategis KKP untuk memastikan produk perikanan Indonesia memenuhi standar keamanan pangan global yang semakin ketat. "Laboratorium penguji kontaminasi Cs-137 pada produk perikanan ini secara khusus dibangun KKP untuk mendukung daya saing dan keberterimaan produk perikanan, terutama udang, ke berbagai negara, utamanya Amerika Serikat," jelas Ishartini di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Keberadaan BUSPM menjadi sangat krusial mengingat posisinya sebagai satu-satunya fasilitas pengujian semacam ini di Indonesia dan yang pertama di kawasan Asia Tenggara. Ini memberikan keuntungan besar bagi eksportir perikanan Indonesia yang selama ini mungkin menghadapi tantangan dalam memenuhi persyaratan uji radioaktif dari negara-negara importir.

Ishartini menambahkan bahwa kemampuan BUSPM tidak hanya terbatas pada pengujian radionuklida. "Lab BUSPM mampu menguji berbagai parameter mutu dan keamanan pangan, mulai dari bakteri, virus, kimia, logam berat, residu, dan kini ditambah parameter radionuklida pangan asal ikan," paparnya. Hasil uji dari laboratorium ini akan menjadi dasar penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP), dokumen esensial yang menjadi prasyarat ekspor ke beberapa negara yang mensyaratkan produk bebas radioaktif, seperti Amerika Serikat. Dengan demikian, fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen internasional tetapi juga memangkas birokrasi dan biaya bagi pelaku usaha perikanan nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar