The Fed Tahan Suku Bunga Bitcoin Siap Meroket

The Fed Tahan Suku Bunga Bitcoin Siap Meroket

55tv.co.id – Kabar mengejutkan datang dari bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve atau The Fed yang memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuannya. Dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2026, The Fed menetapkan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Menariknya, respons pasar kripto, khususnya Bitcoin, justru terlihat cukup tenang dan stabil.

COLLABMEDIANET

Mata uang digital terpopuler itu seolah tidak terpengaruh, mengindikasikan bahwa keputusan The Fed ini sudah sesuai dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar. Namun, ketenangan ini bukan berarti tanpa pengawasan. Para investor kini justru lebih fokus memantau data ekonomi terkini, yang akan menjadi kompas bagi arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya. Di platform Indodax, harga Bitcoin terpantau kokoh di kisaran Rp1,15 miliar hingga Rp1,17 miliar.

The Fed Tahan Suku Bunga Bitcoin Siap Meroket
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ini adalah kali kelima The Fed memilih jalan yang sama, sebuah langkah yang memang sudah diantisipasi sebagian besar pelaku pasar. Namun, di balik konsensus itu, terungkap fakta menarik: hasil voting menunjukkan perpecahan 9 berbanding 3. Angka ini mengindikasikan adanya perbedaan pandangan signifikan di internal The Fed terkait langkah kebijakan moneter di masa mendatang.

Aloysia Dian, Chief Marketing Officer Indodax, menjelaskan bahwa pasar tidak hanya terpaku pada angka suku bunga semata. "Yang lebih penting adalah pesan menyeluruh dari bank sentral, termasuk bagaimana para pembuat kebijakan melihat prospek ekonomi ke depan," ungkapnya. Menurut Aloysia, kepastian arah kebijakan di masa depan jauh lebih krusial. Ketika hasil FOMC sejalan dengan perkiraan, gejolak pasar akibat kejutan kebijakan bisa diminimalisir. "Ini membuktikan bahwa sentimen pasar adalah hasil dari interaksi berbagai elemen, bukan hanya satu indikator tunggal," tambahnya di Jakarta, Jumat 31 Juli 2026.

Ia juga menyoroti dampak luas kebijakan suku bunga The Fed terhadap pasar keuangan global. Kebijakan ini membentuk likuiditas, biaya pendanaan, dan selera investor terhadap aset berisiko seperti kripto. Oleh karena itu, setiap pergeseran kebijakan moneter AS pasti akan memicu riak pada beragam kelas aset, tak terkecuali Bitcoin.

"Meskipun keputusan The Fed seringkali menjadi pemicu sentimen pasar, penting diingat bahwa pergerakan harga bukanlah hasil dari satu faktor tunggal," tegas Aloysia. Ia menyarankan investor untuk tetap teguh pada strategi investasi jangka panjang mereka, menghindari godaan fluktuasi harga sesaat, dan selalu berpegang pada tujuan serta profil risiko masing-masing.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar