Zulhas Ungkap Dana Soros Rp890 Miliar Mandek

Zulhas Ungkap Dana Soros Rp890 Miliar Mandek

55tv.co.id – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Zulkifli Hasan. Menteri Perdagangan yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan ini mengungkapkan bahwa Indonesia pernah menerima kucuran dana fantastis senilai 50 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp890 miliar dari lembaga donor utama yang didirikan oleh George Soros. Namun, dana besar tersebut justru tak pernah tersentuh, mandek akibat belitan regulasi yang rumit.

COLLABMEDIANET

Dana jumbo tersebut, menurut Zulhas, disalurkan ketika dirinya memimpin Kementerian Kehutanan periode 2009 hingga 2014. Tujuannya mulia: mendukung upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan hutan di Tanah Air. Ironisnya, meski niatnya baik, dana itu tidak dapat dimanfaatkan sepeser pun. "George Soros sendiri yang datang ke kantor saya, menyerahkan 50 juta dolar AS. Namun, hingga masa jabatan saya berakhir sebagai Menteri Kehutanan, uang itu tidak bisa saya gunakan karena persyaratannya sangat berbelit," kenang Zulhas saat ditemui di kantor Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Zulhas Ungkap Dana Soros Rp890 Miliar Mandek
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pengalaman pahit inilah yang melatarbelakangi pembentukan BPDLH. Zulhas berharap, lembaga di bawah Kementerian Keuangan ini dapat menjadi solusi untuk memangkas birokrasi yang selama ini menghambat. BPDLH dirancang sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyalurkan berbagai sumber pembiayaan untuk lingkungan hidup, mulai dari anggaran negara, pinjaman, hingga sokongan dari mitra internasional. "Pembentukan lembaga ini bertujuan untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta mendukung penuh upaya pelestarian lingkungan, mitigasi perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia," tegasnya.

Zulhas menambahkan, pendanaan dari Soros itu sebenarnya masuk melalui skema Result-Based Payment (RBP) REDD+. Namun, ia menyayangkan, dana serupa di masa lalu justru seringkali terbuang percuma hanya untuk membiayai rapat-rapat internal instansi, dengan alasan klasik sulitnya proses pencairan. Ini mengindikasikan betapa krusialnya peran BPDLH dalam memastikan setiap dana lingkungan hidup benar-benar sampai pada tujuan yang semestinya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar