
Artikel:

Related Post
55 NEWS – Dunia penerbangan kembali berduka. Maskapai Jetstar Asia secara resmi mengumumkan penghentian seluruh operasionalnya di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, setelah 20 tahun lebih melayani pelanggan. Keputusan ini menandai berakhirnya era penerbangan murah yang cukup populer di kalangan wisatawan dan pebisnis.
Penerbangan terakhir Jetstar Asia dengan nomor 3K685 telah lepas landas dari Bandara Changi, Singapura, menuju Kuala Lumpur pada Kamis (31/7/2025). Momen perpisahan ini diwarnai suasana haru bagi para kru dan staf darat yang telah lama mengabdi di maskapai tersebut. Banyak di antara mereka yang berkumpul di terminal keberangkatan untuk memberikan dukungan dan melepas rekan-rekan mereka dalam penerbangan terakhir.
Jocelyn Chow (61), seorang pramugari senior yang telah bekerja selama 13 tahun, mengungkapkan kesedihannya. "Saya masih tidak percaya ini hari terakhir saya di Jetstar Asia. Saya ingin memberikan kesan terbaik pada penerbangan terakhir saya, mungkin juga jadi akhir karier saya di udara," ujarnya.
Flora Foo, pramugari lainnya yang telah 14 tahun berkarier di Jetstar Asia, mengenang hubungan personal yang terjalin antara kru dan penumpang. "Kami bukan hanya mengantar orang dari satu titik ke titik lain. Hal-hal kecil, seperti ucapan terima kasih dari penumpang, sangat berarti bagi kami," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Penghentian operasional Jetstar Asia tentu menimbulkan pertanyaan besar. Apa yang menjadi penyebab maskapai ini memutuskan untuk mengakhiri perjalanannya di Asia Tenggara? Apakah ini pertanda buruk bagi industri penerbangan murah di kawasan ini? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menjadi misteri yang menunggu jawaban. Namun yang pasti, kepergian Jetstar Asia akan meninggalkan kenangan tersendiri bagi para penumpangnya dan menjadi babak baru dalam peta persaingan industri penerbangan di Asia Tenggara.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar